BANTUAN SISWA MISKIN : Beasiswa KIP Cair, Sekolah di Gunungkidul Bingung

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Rahmatullah/JIBI - Bisnis)
30 Mei 2016 10:11 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Bantuan siswa miskin melalui Beasiswa Program Indonesia Pintar berubah aturan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sejumlah sekolah di Gunungkidul masih kebingungan tentang Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Pasalnya pihak sekolah merasa belum menerima dana itu, sedang dari program, ini merupakan perubahan nama dari sejumlah beasiswa mulai dari BSM dan KIP sendiri.

Salah satu dirasakan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Purwosari. Menurut dia, sejak program KIP digulirkan sudah mengajukan permohonan sebanyak 206 siswa untuk memeroleh beasiswa ini.

Namun ia merasa belum ada realisasinya, sedangkan dana yang dicairkan untuk program BSM. “Kalau yang KIP belum ada, saya tanya ke siswa juga belum ada yang menerima,” kata Ruslan.

Namun setelah mengatahui jika PIP merupakan perubahan nama dari program BSM, ia pun langsung melakukan ralat terhadap pernyataannya. Bahwa di SMK Negeri 1 Purwosari ada 59 siswa yang mendapatkan beasiswa itu.

“Dari berbagai sumber yang saya peroleh, BSM sudah berganti nama jadi PIP. Jadi kalau begitu di tempat kami ada 59 siswa yang dapat dan itu juga sudah dicairkan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang siswa di SMP Negeri 1 Karangmojo Ardimas Pambudhi mengaku mendapatkan beasiswa PIP sebesar Rp375.000. Rencananya uang itu akan digunakan untuk menabung di sekolah sebesar Rp180.000, sedangkan sisanya akan digunakan untuk membeli sepatu baru.

Tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ardhi Febrianto. Menurut dia, uang tersebut saat ini belum digunakan. Namun ke depannya akan digunakan untuk membeli tas baru. Disinggung mengenai kenapa bisa mendapatkan beasiswa itu, ia mengaku tidak tahu menahu.

Ardhi hanya tahu saat ada pengumuman dari sekolah untuk berkumpul untuk mengambil uang dari beasiswa PIP. “Kalau prosesnya tidak tahu, wong saya juga belum pernah mengajukan,” katanya.