PILKADA JOGJA : Ketua Kadin Pilih Wakil Walikota Bukan Walikota, Mengapa?

Ilustrasi Pilkada (Dok/JIBI - Solopos)
02 Juni 2016 06:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja akan diramaikan dengan nama-nama baru.

Harianjogja.com, JOGJA -- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Jogja, Aji Karnanto menyatakan siap menjadi calon wakil walikota dalam pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Jogja jika ada partai yang mengusungnya.

Ia pun akan menyerahkan kembali formulir tersebut dan siap mengikuti proses seleksi dari Gerindra. Wakil walikota dipilih lantaran Aji menyadari kemampuan dirinya belum mahir dalam dunia politik sehingga dirinya hanya akan mendampingi calon walikota.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal (Akli) DIY ini pun bertekad memajukan Kota Jogja. Menurunya, Jogja memiliki sumber daya manusia yang melimpah namun belum terakomodasi dengan maksimal. Aji menilai sejumlah persoalan yang terjadi di Kota Jogja adalah kesemrawutan dalam tata kota, transportasi.

”Jogja harus jadi kota yang nyaman untuk semua orang,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Jogja, Anton Prabu Semendawai mengapresiasi semua tokoh yang telah mendaftar melalui Gerindra baik dari internal partai maupun eksternal. Pihaknya sengaja melakukan seleksi calon walikota dan wakil walikota secara terbuka dalam rangka mencari sosok yang terbaik.

Menurut Anton, semua tokoh yang telah mengambil formulir akan dipanggil untuk mengikuti seleksi dengan memamarkan visi misi dalam membangun Kota Jogja, ”Siapa yang memiliki kemampuan dan mempunyai elektabilitas tinggi itu yang mempunyai peluang untuk dicalonkan,” ujar Anton yang juga anggota DPRD DIY.

Anton mennyebutkan sudah ada 10 tokoh yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon melalui partainya. Mereka di antaranya Haryadi Suyuti, Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Wironegoro, Sauqi Suratno, Sinarbiat Nurjanat, Heriawan Emir Nuswantoro, Tomi Nuramsu, dan Aji Karnanto.