Advertisement
Awas, PNS Rentan Terserang Penyakit Tidak Menular
Advertisement
PNS dianggap rentang terserang penyakit yang tidak menular
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pegawai instansi pemerintahan di Kulonprogo dinilai cukup rentan penyakit tidak menular (PTM) karena aktivitasnya yang padat dan pola hidup yang kurang baik. Karena itu, setiap pegawai dituntut untuk bisa melakukan deteksi dini PTM bagi dirinya sendiri.
Advertisement
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno menjelaskan sejumlah PTM antara lain hipertensi, stroke, jantung, diabetes melitus, penyakit paru obstruktik dan kanker. Menurutnya, sejumlah penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan mengubah perilaku hidup menjadi lebih sehat. “Bisa kita cegah dengan perilaku CERDIK,”jelasnya ketika dihubungi Minggu (2/10/2016).
Perilaku CERDIK ini yakni cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin olahrga, diet sehat kalori seimbang, istirahat yang cukup, dan kendalikan stres. Bambang menilai bahwa sebagian besar pegawai tidak sempat melakukan olahraga karena kesibukannya. Selain itu, pola makan juga tak terjaga dan mengalami stres.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kulonprogo Baning Rahayu Jati juga mengatakan bahwa ketiadaan program khusus kesehatan bagi PNS juga meyebabkan gejala PTM tak terdeteksi. Akibatnya, ketika terdekteksi biasanya para pegawai ini telah mengalami penyakit stadium lanjut.
“Apalagi kebiasaan merokok masih tinggi di kalangan PNS pria,” urainya.
Posbindu institusi sendiri telah disiapkan guna menyambut perayaan Hari Kesehatan Nasional pada 8 November mendatang. Posbndu institusi merupakan program bagi kader dari sebuah institusi yang bisa melakukan pemeriksaan dini bagi lingkungan kantor.
Namun, Baning juga menegaskan bahwa setiap pegawai sebaiknya bisa melakukan deteksi dini PTM pada diri sendiri dan sekitarnya. Minimal, para pegawai bisa mengukur indeks masa tubuh dengan menghitung hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan. Selain itu, perlu dipahami pula cara pengukuran obesitas sentral dengan pengukuran lemak perut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Pantai Baron Senin 12 Januari, Tarif Rp26.00
- Belum Ada Superflu di Sleman, Dinkes Minta Warga Waspada
- Jalur Trans Jogja, Tujuan ke Sleman Bantul dan Keliling Tempat Wisata
- Tabrakan Ertiga dan Freed di Sentolo, Tujuh Orang Luka
- Diduga Asusila Sesama Jenis, 2 Pria di Banguntapan Digerebek Warga
Advertisement
Advertisement




