Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengamati genteng yang diproduksi para perajin usai pengukuhan Asosiasi Pengrajin Genteng Sembada Manunggal di Kwagon, Sidorejo, Godean, Selasa (4/10/2016).. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
UMKM Sleman berkembang dengan adanya inovasi.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Sentra genteng di Sleman khususnya Godean dituntut terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan begitu, para perajin dapat bersaing dalam proses industri dan pemasaran.
Ketua Umum Asosiasi Pengrajin Genteng Sembada Manunggal Sukiman Hadi Wijoyo menjelaskan, gempuran produk genteng dari luar Sleman dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan usaha para perajin genteng di tiga kecamatan (Godean, Sayegan dan Minggir) lesu. Jumlah pengrajin pun menyusut dari awalnya 672 perajin, saat ini tersisa sekitar 560 perajin. Kondisi perajin genteng saat ini kembang kempis, terdakang masih produksi.
"Di wilayah Sidorejo, saat ini terdapat 85 pengrajin dari total 358 pengrajin genteng di Kecamatan Godean," katanya di sela-sela pengukuhan Asosiasi Pengrajin Genteng Sembada Manunggal di Kwagon, Sidorejo, Godean, Selasa (4/10/2016).
Pihaknya berharap, Pemkab mampu melindungi produk genteng asli Sleman tersebut agar para perajin tetap eksis. Dia juga berharap, agar ada aturan ataupun larangan penjualan produksi genteng yang berbahan baku dari luar Sleman.
"Kami berharap agar Pemkab melarang produksi genteng dengan bahan baku dari luar wilayah Sleman. Ini penting agar kualitas genteng Godean terjaga dan produksi genteng yang dipasarkan sesuai asal kewilayahan," katanya.
Menurutnya, saat ini para perajin genteng sudah mampu memproduksi beragam model genteng, seperti Genteng Paris, Turbo, Kodok, Magas, Morano, dan Mantili. Selain memproduksi genteng, mereka juga memproduksi wuwung dan bata merah. Sukiman berharap, dengan dikukuhkannya asosiasi sentra genteng tersebut, Pemkab dapat melindungi produksi genteng asli Sleman itu.
"Kami berharap Pemkab melindungi para perajin agar pemasaran genteng lokal berkembang sehingga industri rumah tangga pengrajin genteng dapat bertahan di tengah persaingan," harapnya.
Menjawab hal itu, Bupati Sleman Sri Purnomo meminta agar para perajin di sentra genteng di Sleman khususnya Godean untuk selalu berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Pasalnya saat ini persaingan produksi kebutuhan bangunan semakin ketat. "Dengan inovasi dan pemanfaat teknologi tentunya akan mempermudah dalam pengembangan dan pemasaran industri genteng di Godean ini," pinta Sri.
Menurut bupati, Kecamatan Godean merupakan pusat industri genteng terbesar untuk wilayah di Sleman. Bahan baku lokal untuk produksi genteng juga berasal dari wilayah setempat. Dia menilai, bahan baku tanah liat dari Godean juga memiliki kualitas yang baik dan dapat bersaing dengan produk genteng dari luar wilayah Sleman.
"Kalau penguasaan teknologi juga dilakukan, saya yakin perajin juga dapat bersaing," katanya.
Dengan dikukuhkannya Sidorejo sebagai sentra industri genteng Godean, Pemkab berharap dapat memajukan industri dan mengembangkan potensi yang ada. "Saya mengajak seluruh pelaku industri, stakeholder dan masyarakat untuk bersama-sama menggunakan produk lokal agar menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri," ajak Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita