UMKM SLEMAN : Godean Jadi Sentra Genteng, Ini Keistimewaannya

Bupati Sleman Sri Purnomo mengamati genteng yang diproduksi para perajin usai pengukuhan Asosiasi Pengrajin Genteng Sembada Manunggal di Kwagon, Sidorejo, Godean, Selasa (4/10/2016).. (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
06 Oktober 2016 00:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

UMKM Sleman berkembang dengan adanya inovasi.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Sentra genteng di Sleman khususnya Godean dituntut terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan begitu, para perajin dapat bersaing dalam proses industri dan pemasaran.

Ketua Umum Asosiasi Pengrajin Genteng Sembada Manunggal Sukiman Hadi Wijoyo menjelaskan, gempuran produk genteng dari luar Sleman dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan usaha para perajin genteng di tiga kecamatan (Godean, Sayegan dan Minggir) lesu. Jumlah pengrajin pun menyusut dari awalnya 672 perajin, saat ini tersisa sekitar 560 perajin. Kondisi perajin genteng saat ini kembang kempis, terdakang masih produksi.

"Di wilayah Sidorejo, saat ini terdapat 85 pengrajin dari total 358 pengrajin genteng di Kecamatan Godean," katanya di sela-sela pengukuhan Asosiasi Pengrajin Genteng Sembada Manunggal di Kwagon, Sidorejo, Godean, Selasa (4/10/2016).

Pihaknya berharap, Pemkab mampu melindungi produk genteng asli Sleman tersebut agar para perajin tetap eksis. Dia juga berharap, agar ada aturan ataupun larangan penjualan produksi genteng yang berbahan baku dari luar Sleman.

"Kami berharap agar Pemkab melarang produksi genteng dengan bahan baku dari luar wilayah Sleman. Ini penting agar kualitas genteng Godean terjaga dan produksi genteng yang dipasarkan sesuai asal kewilayahan," katanya.

Menurutnya, saat ini para perajin genteng sudah mampu memproduksi beragam model genteng, seperti Genteng Paris, Turbo, Kodok, Magas, Morano, dan Mantili. Selain memproduksi genteng, mereka juga memproduksi wuwung dan bata merah. Sukiman berharap, dengan dikukuhkannya asosiasi sentra genteng tersebut, Pemkab dapat melindungi produksi genteng asli Sleman itu.

"Kami berharap Pemkab melindungi para perajin agar pemasaran genteng lokal berkembang sehingga industri rumah tangga pengrajin genteng dapat bertahan di tengah persaingan," harapnya.

Menjawab hal itu, Bupati Sleman Sri Purnomo meminta agar para perajin di sentra genteng di Sleman khususnya Godean untuk selalu berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Pasalnya saat ini persaingan produksi kebutuhan bangunan semakin ketat. "Dengan inovasi dan pemanfaat teknologi tentunya akan mempermudah dalam pengembangan dan pemasaran industri genteng di Godean ini," pinta Sri.

Menurut bupati, Kecamatan Godean merupakan pusat industri genteng terbesar untuk wilayah di Sleman. Bahan baku lokal untuk produksi genteng juga berasal dari wilayah setempat. Dia menilai, bahan baku tanah liat dari Godean juga memiliki kualitas yang baik dan dapat bersaing dengan produk genteng dari luar wilayah Sleman.

"Kalau penguasaan teknologi juga dilakukan, saya yakin perajin juga dapat bersaing," katanya.

Dengan dikukuhkannya Sidorejo sebagai sentra industri genteng Godean, Pemkab berharap dapat memajukan industri dan mengembangkan potensi yang ada. "Saya mengajak seluruh pelaku industri, stakeholder dan masyarakat untuk bersama-sama menggunakan produk lokal agar menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri," ajak Sri.