Warga yang Mampu Diimbau Beralih ke Elpiji 5,5 kg, Jangan Pakai 3 Kg

Petugas pangkalan di Sleman memindahkan tabung gas elpiji tiga kilogram atau gas melon ke truk pengangkut belum lama ini.(JIBI/Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
07 Oktober 2016 14:33 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Warga dengan tingkat ekonomi mampu diimbau beralih ke elpiji 5,5 kg

Harianjogja.com, JOGJA--PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan elpiji aman dan tidak ada pengurangan stok. Masyarakat menengah atas diimbau untuk menggunakan elpiji 5,5 kg atau 12 kg sehingga elpiji 3 kg benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang kurang mampu

Sales Executive PT Pertamina (Persero) Jogja Odi Sumantri nengatakan, sampai saat ini belum ada pengurangan suplai elpiji di DIY. Konsumsi untuk September memang mengalami peningkatan karena ada momen Iduladha dan banyaknya hajatan sebelum Muharam.

"Di bulan September elpiji 3 kg untuk wilyah DIY mencapai  2,78 juta tabung. Insya Allah bulan Oktober ini akan aman stoknya," kata dia, Kamis (6/10/2016).

Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY Siswanto mengungkapkan, kebutuhan elpiji mulai mengalami kenaikan sejak Iduladha. Selain itu, banyak masyarakat yang menggelar hajatan sehingga kebutuhan ikut meningkat.

"Lalu karena musim hujan, jadi masyarakat yang tadinya menggunakan kayu atau arang beralih ke elpiji karena lebih praktis," ujar dia ketika dihubungi Harianjogja.com, Kamis (6/10/2016).

Siswanto mengatakan, karena kebutuhan di awal bulan meningkat sehingga mencapai akhir bulan, barang yang dibutuhkan menjadi sedikit. Namun, pasokan yang diberikan tetap dan tidak mengalami penambahan ataupun pengurangan pasokan. Kebutuhan elpiji di DIY per hari mencapai 102.000 tabung.

"Dengan adanya peningkatan ini, kami mengimbau agar masyarakat yang mampu dan restoran yang besar untuk tidak menggunalan elpiji tiga kg dan beralih ke 5,5 kg atau 12 kg," ujar dia.