RESTORASI GUMUK PASIR : Warga Persisir DIY Bersatu Tolak Penggusuran

Suasana menjelang salat Idul Fitri di Gumuk Pasir, Bantul (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
08 Oktober 2016 01:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Restorasi gumuk pasir masih alami penolakan.

Harianjogja.com, BANTUL -- Warga pesisir di DIY bersatu menolak penggusuran. Mereka mengancam menduduki kantor Gubernur DIY.

Warga pesisir DIY yang selama ini terancam tergusur dari tempat tinggalnya lantaran kebijakan pemerintah dan klaim atas Sultan Ground (SG), pada Jumat (7/10/2016) berkumpul di area Pantai Cemara Sewu, Desa Parangtritis, Kretek, Bantul. Mereka memberikan dukungan kepada warga Parangtritis yang terancam tergusur akibat kebijakan restorasi gumuk pasir.

Ratusan warga tersebut antara lain terdiri dari Aliansi Rakyat Menolak Penggusuran (ARMP) yang bermukim di Parangtritis, warga dari pesisir pantai Kulonprogo dan perwakilan warga dari Pantai Watu Kodok Gunungkidul. Turut hadir pula para pengendara bentor alias becak montor yang selama ini kerap menuntut legalitas operasionalnya ke Pemeirntah DIY. Warga memasang spanduk bertuliskan antara lain Kami Manusia Butuh Hak Hidup, Bukan Korban. Tolak Penggusuran.

Ratusan warga menunggu kedatangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul ke area gumuk pasir. Sebelumnya santer beredar kabar bahwa Satpol PP Bantul akan melayangkan surat teguran kedua kepada warga calon korban penggusuran untuk beranjak dari zona inti gumuk pasir. Pemerintah DIY, Kraton Jogja dan Pemkab Bantul menginginkan gumuk pasir bersih dari vegetasi dan bangunan seperti kondisi awalnya. Restorasi gumuk pasir itu diklaim sebagai bentuk keistimewaan DIY. Namun hingga Jumat siang, Satpol PP yang ditunggu-tunggu tidak datang.