LONGSOR BANTUL : Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor dan Pohon Tumbang, Kerugian Capai Belasan Juta

Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos - Antara)
10 Oktober 2016 00:20 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Longsor Bantul terjadi di dua lokasi.

Harianjogja.com, BANTUL -- Hujan deras yang disertai angin kencang pada Sabtu (8/10/2016) siang hingga malam mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang di dua lokasi berbeda di Kecamatan Piyungan. Akibatnya beberapa rumah rusak dan akses jalan tertutup.

Ketua Forum Pengulangan Resiko Bencana (FPRB) Kecamatan Piyungan, Amat Yani mengatakan akibat hujan deras disertai angin kencang dari siang hingga malam terjadi dua bencana di Piyungan. Pertama adalah pohon tumbang di Dusun Bulusari, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul dan yang kedua, tanah longsor di Dusun Umbulsari, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul

Kejadian pohon tumbang kata Yani terjadi pada Sabtu (8/10/2016) pukul 15.00 WIB. “Satu pohon tumbang menimpa dua rumah yaitu rumah Sukarto dan rumah Sarjono. Saat itu kedua korban berada di dalam rumah namun tidak mengalami luka akibat kejadian itu,” ungkap Yani Minggu (9/10/2016). Meski tidak ada korban jiwa kata dia dua rumah mengalami kerusakan di bagian atap dan dindingnya, dari kerusakan tersebut kerugian diperkirakan sekitar Rp15 juta.

Setelah pohon tumbang tak lama berselang pada pukul 18.00 WIB juga terjadi tanah longsor. Akibat kejadian itu jalan alternatif dari Kecamatan Piyungan menuju Gunung Api Purba Nglangeran tertimbun longsor. Sementara satu rumah milik Muryadi juga mengalami retak-retak akibat tanah longsor.

Yani mengatakan setelah ada dua kejadian tersebut dia langsung berkoordinasi dengan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul. “BPBD tadi sudah datang melakukan Assesment dan membantu logistik warga berupa beras, mi instan, dan laut pauk untuk warga yang bekerja bakti,” ujarnya.

Selain bantuan logistik Yani berharap ada tindakan dari Pemkab Bantul khususnya Dinas Pekerjaan Umum untuk menyediakan alat berat. Pasalnya kata dia perlu menggunakan alat berat untuk mengeruk selokan yang tertimbun. Kata dia jika tidak cepat ditangani jalan alternatif Piyungan ke Gunung Api Purba Nglanggeran terancam putus dan rumah di atas bisa runtuh.

Sementara itu Kepala BNPB Kabupaten Bantul Dwi Daryanto mengaku sudah menerima laporan terkait dengan bencana yang terjadi di Kecamatan Piyungan tersebut. Kata dia tim dari BPBD juga telah bergerak ke lokasi kejadian.

Sebelumnya dia memberikan imbauan kepada warga yang berada di zona rawan longsor termasuk Piyungan selalu waspada saat hujan deras.

“Kami juga sudah menyampaikan hasil kajian kepada masyarakat bahwa rumah tinggal si A kondisinya seperti ini dan rumah tinggal si B seperti ini. Sehingga mari mengupayakan kewaspadaan termasuk dalam membangun rumah. Artinya membangun rumah yang dapat menjawab persoalan bencana tanah longsor seperti memperkuat struktur rumah,” jelasnya.