PILKADES DI BANTUL : Aturan Rancu, Calon Kades Curi Start Kampanye

Warga melintasi spanduk kampanye Pilkades di perempatan jalan lingkar Manding, Dusun Manding, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul. Minggu (9/10/2016). (Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
13 Oktober 2016 14:20 WIB Bantul Share :

Pilkades di Bantul diwarnai kasus tuduhan curi start kampanye

Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah calon Kepala Desa (Kades) di Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Bantul sudah memasang alat peraga kampanye (APK) jauh hari sebelum masa kampanye.

Aturan menyebut calon Kades boleh melakukan kampanye sejak tiga hari penetapan calon Kades. Sementara dalam ayat lain calon Kades memulai kampanye tiga hari sebelum masa tenang.

Pilkades diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) dan no 4 tahun 2016 tentang perubahan atas Perda Kabupaten Bantul no 3 tahun 2015 tentang tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian lurah desa.

Aturan tersebut tidak menyebutkan secara detail aturan kampanye untuk calon Kades, akibatnya sejumlah calon Kades mencuri start memasang alat peraga kampaye (APK).

Ketua Panitia Pilkades Trirenggo Sugiran mengatakan Perda yang mengatur tentang kampanye dinilainya rancu.

“Perda no 4/2016 pasal 28 ayat satu membolehkan calon Kades melakukan kampanye sejak tiga hari penetapan calon kades. Sementara di ayat berikutnya [ayat dua] menyebut pelaksanaan kampaye dilakukan tiga hari sebelum dimulainya masa tenang sesuai jadwal. Padahal sesuai jadwal penetapan itu lima sampai tujuh September sedangkan masa tenang 20 sampai 22 Oktober,” jelasnya kepada Harianjogja.com, Rabu (12/10/2016).

Dia mengatakan berbekal aturan yang membolehkan calon Kades berkampenye tiga hari setelah masa penetapan tersebut, calon Kades atau simpatisannya banyak memasang alat kampanye. Padahal kata dia masa kampanye sesuai jadwal yang ditetapkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul yaitu 17 sampai 19 Oktober.

Meski demikian, kata dia, Panitia Pilkades Trirenggo telah melayangkan teguran kepada sejumlah calon Kades yang memasang APK jauh sebelum masa kampanye.

“Kami sudah mencegah, namun mereka banyak yang memasang gambar. Padahal kami sudah sediakan gambar untuk semua calon Kades yang dipasang bersamaan untuk sosialisasi,” tututrnya.