DEMAM BERDARAH JOGJA : Hampir Tiap Rumah Belum Bebas Jentik Nyamuk, Lalu?

Petugas menunjukkan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (23/1/2016). Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang mulai mewabah di wilayah Madiun membuat permintaan darah berupa whole blood (WB), trombocyt (TC), maupun packredcell (PRC) mengalami peningkatan. (JIBI/Solopos/Antara - Fikri Yusuf)
14 Oktober 2016 19:30 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Demam berdarah Jogja memakan korban jiwa.

Harianjogja.com, JOGJA -- Penyakit demam berdarah kian mengancam warga Kota Jogja. Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat terdapat 1.285 kasus demam berdarah selama tahun ini hingga akhir September lalu, 11 di antaranya berujung pada kematian.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kota Jogja, Yudiria Amelia, kenaikan kasus demam berdarah tidak hanya di Kota Jogja, tetapi di sejumlah wilayah di Indonesia terjadi tren kenaikan karena berkaitan dengan cuaca yang terkadang hujan terkadang panas sehingga memudahkan nyamuk berkembang biak.

Meski peningkatan kasus demam berdarah cukup drastis, namun Yudiria mengaku belum sampai berpikir untuk mengusulkan status kejadian luar biasa (KLB). Dinas Kesehatan Kota Jogja sudah mengeluarkan surat edaran kepada camat, lurah, dan kepala puskesmas se-Kota Jogja.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/25/demam-berdarah-jogja-jumlah-pasien-kota-tertinggi-694657">DEMAM BERDARAH JOGJA : Jumlah Pasien Kota Tertinggi)

"Kami juga sudah mensosialisasikan masyarakat untuk menggiatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk di masing-masing wilayah," kata Yudiria, saat dihubungi Kamis (13/10/2016).

Ia mengungkapkan angka bebas jentik nyamuk di kota Jogja masih di angka 78, 7 persen. Hal itu jauh dari target 90 persen. Artinya, kata dia, hampir tiap rumah belum bebas jentik nyamuk. Padahal wilayah kota merupakan kawasan padat penduduk.

Pihaknya kembali mengingatkan komunitas deal pemantau jentik nyamuk di setiap Rukun Warga (RW) dihidupkan kembali. Komunitas tersebut diaku Yudiria sebelumnya cukup ampuh dalam menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk melalui kerja bakti jumat bersih, memantau jentik di masing-masing rumah.

"Sampai pada denda jika ada jentik di rumah sesuai kesepakatan di antara warga," ujarnya.

Yudiria menambahkan selama tiga bulan ke depan ancaman penyakit selain demam berdarah adalah diare, inpeksi saluran pernapasan atau Ispa, dan leptospirosis, karena Oktober-Desember kemungkinan intensitas hujan meningkat.

Walikota Jogja, Haryadi Suyuti sebelumnya sudah mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan perilaku hidup bersih dan waspada demam berdarah. "Jika ada warga yang terindikasi demam berdarah segera bawa ke puskesmas dan melapor ke camat setempat," kata Haryadi.