KELANGKAAN ELPIJI KULONPROGO : Permintaan Naik, Pertambahan Kuota Baru Pekan Depan

Petugas pangkalan di Sleman memindahkan tabung gas elpiji tiga kilogram atau gas melon ke truk pengangkut belum lama ini.(JIBI/Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
15 Oktober 2016 09:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Kelangkaan Elpiji Kulonprogo terjadi saat musim hujan.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Sejumlah agen Kulonprogo mengeluhkan ketersediaan gas melon pada bulan ini. Pasalnya, kuota penambahan fakultatif yang menurun menjadi 2% per bulan membuat ketersediaan gas mengkhawatirkan.

Taufiqqurahman, koordinator agen gas elpiji di Kulonprogo, menyampaikan sejumlah masyarakat yang biasanya menggunakan kayu bakar umumnya beralih menggunakan gas karena sulit mencari kayu. Curah hujan yang tinggi membuat warga lebih memilih menggunakan gas dan membuat permintaan meningkat. Sejumlah agen gas sendiri sudah berupaya mengajukan penambahan kuota melalui Pemkab Kulonprogo tetapi hasilnya masih nihil.

Penambahan kuota baru dilakukan untuk daerah Sleman dan Bantul. Kawasan Kulonprogo sendiri masih dalam pemantauan untuk menilai tingkat kebutuhan penambahan kuota gas melon ini. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, Taufiq mengatakan, penambahan fakultatif baru akan dilakukan pekan depan.

Fando Romadhanny, Direktur PT Putra Pertam Jaya menjelaskan permohonan tambahan kuota memang sudah diajukan.

“Sudah mulai banyak keluhan di masyarakat,”jelasnya yang membawahi sekitar 101 pangkalan gas.

Menurut dia, paling tidak ada permohonan dari 36 pangkalan di Kulonprogo.

Kekurangan gas sendiri mulai terjadi dalam satu bulan terakhir terbukti dengan sejumlah antrean di masyarakat. Biasanya, setiap agen di Kulonprogo diberikan kuota sekitar 77.000 tabung per bulan. Namun, untuk bulan ini, jatah setiap agen dikurangi sekitar 80 tabung. Meski mulai sulit mendapatkan gas, namun sejauh ini harga gas masih cenderung stabil dan belum ada kenaikan berarti