PEMBOBOLAN ATM : Antisipasi, Ratusan Personel Dikerahkan

JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoPita police line terpasang di bagian depan kantor BRI Kleco, Jl Slamet Riyadi, Solo, Kamis (3 - 1). Pelaku berusaha membobol ATM BRI di lokasi tersebut dengan cara mengebor lubang kunci.
16 Oktober 2016 09:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Pembobolan ATM diantisipasi dengan berbagai cara.

Harianjogja.com, JOGJA -- Polresta Jogja mengerahkan ratusan personelnya guna mengintai sejumlah titik anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mengantisipasi terjadinya pembobolan rekening. Pengawasan itu dilakukan dengan melakukan patroli di mesin ATM baik yang berada di luar maupun di dalam area pertokoan.

Kasat Sabhara Polresta Jogja Kompol Paino menjelaskan, pihaknya mengerahkan 180 personel secara khusus memantau ATM di wilayah hukum Polresta Jogja. Pasukan itu dibagi dalam empat regu, selain dari Satuan Sabhara, juga melibatkan personel Polisi Pariwisata dan Pengamanan Objek Vital. Dengan adanya empat regu, pemantauan itu dilakukan baik pada siang maupun malam hari. Petugas mendatangi mesin ATM untuk mengecek secara langsung terutama jika ada tindakan mencurigakan dan ketidakberesan pada sistem ATM.

Terkait patroli itu, kepolisian sudah berkoordinasi dengan pihak bank, jika ditemukan adanya kecurigan pada mesin ATM langsung diinformasikan agar segera ditindaklanjuti. "Terutama jika ditemukan peralatan yang mengarak ke tindakan skimming [pembobolan ATM]," terangnya, Sabtu (15/10/2016).

Mengingat dalam beberapa kasus pembobolan ATM, pelaku mengambil data dari pita magnet pada lubang tempat memasukkan kartu pada ATM. Akibatnya pelaku bisa mengendalikan transaksi rekening pada kartu ATM yang datanya berhasil direkam.

"Kami mengantisipasi itu, sejauh ini memang belum ditemukan adanya peralatan mencurigakan. Maka kami lakukan deteksi dini," kata dia.

Polisi juga melakukan pengamatan secara detail terhadap stiker yang terpasang di ruang ATM. Jika ditemukan adanya stiker tidak sesuai dengan yang dipasang pihak bank, maka akan langsung dicopot. Tindakan itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya stiker yang sengaja dipasang oleh pelaku kejahatan guna mengarahkan nasabah untuk menghubungi nomor pelaku.

"Termasuk mengecek apakah CCTV berfungsi normal atau tidak. Kami berharap para pengguna ATM bisa peka terhadap hal-hal mencurigakan," kata dia.