117 Santri Ponpes Manbaul Hikam Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Keracunan MBG
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Ilustrasi (Hengky Irawan/Harian Jogja)
Kriminal Sleman terjadi berupa pengeroyokan terhadap seorang anggota polisi
Harianjogja.com, SLEMAN- Anggota Polantas Polres Sleman, Bripka Opik Agus Eko Saputro warga Argosari, Sedayu, Bantul menjadi korban pengeroyokan oleh dua orang yang diduga awak bus angkutan umum Efisiensi pada Senin (10/10/2016).
Dua orang pelaku tersebut tanpa diketahui alasan yang jelas kemudian melayangkan bogem mentah beberapa kali sehingga menyebabkan korban mengalami luka memar di kepala dan pipi.
Menurut keterangan korban Bripka Opik, kejadian pengeroyokan tersebut berawal saat mobil Xenia berplat nomor AE 1101 JA miliknya hendak menyalip bus Efisiensi dengan plat nomor AA 1744. Kendaraan pribadi dan kendaraan umum tersebut sama-sama berada dijalur kiri dari arah barat.
Kemudian setelah kendaraan tersebut sampai di Jalan Simpang Empat Ambarketawang, Gamping, Sleman mobil milik korban hendak menyalip dari sebelah kiri bus. Namun demikian saat hendak disalip bus pelaku justru memepet mobil milik korban dan tidak memberi jalan.
"Saat mau saya dahului bus malah mepet padahal kondisi jalan juga tidak ramai," kata Opik, Minggu (16/10/2016).
Setelah itu saat berhasil bisa menyalip dari kanan, mobil korban berhenti didepan bus tersebut dengan maksud hendak menanyakan dan meminta penjelasan mengapa bus tersebut memepet mobil korban.
Tetapi sebelum pertanyaan dilontarkan saat korban dan awak bus turun, dua orang yang diduga supir dan kondektur bus langsung memukuli korban secara membabi buta. Bahkan penganiayaan yang dilakukan oleh dua oknum tersebut dilakukan di depan anak korban yang masih balita.
Korban yang dihajar dua orang tidak bisa memberi perlawanan, kemudian dua orang tersebut langsung pergi begitu saja. Saat bus tersebut pergi namun korban sudah sempat melihat dan mengahapalkan nomor yang ada di plat bus tersebut.
Korban dengan anak istrinya setelah mengalami luka lebam kemudian periksa ke rumah sakit dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sleman.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan adanya kejadian penganiayaan terhadap korban. Pihaknya mengatakan saat ini masih memeriksa saksi-saksi yang bisa dimintai keterangan terkait kasus penganiayaan tersebut.
"Sekarang kami sudah panggil saksi-saksi, untuk pelaku nanti setelah data terkumpul akan kami panggil juga untuk dimintai keterangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
TNI AL menyiapkan 310 personel sebagai calon awak KRI Sriwijaya atau ITS Giuseppe Garibaldi yang kini telah memasuki perairan Indonesia.
Bansos Bantul akan didigitalisasi mulai 2027. Warga bisa daftar mandiri melalui situs web dengan syarat memiliki IKD.
Rupiah melemah 0,32% ke Rp17.753 per dolar AS akibat tekanan dolar dan sikap hawkish The Fed. Simak proyeksi kurs Jumat.
DPRD Gunungkidul meminta perhatian atlet berprestasi ditingkatkan agar mereka tidak pindah membela daerah lain.
Pergerakan penumpang Karimunjawa mencapai lebih dari 190.000 orang hingga Agustus 2026, didukung penguatan konektivitas darat, laut, dan udara.