OPINI: Aspek Perpajakan dalam Progam Makan Bergizi Gratis
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Kegiatan warga Desa Umbulharjo Cangkringan Sleman. (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Mitigasi bencana di Desa Umbulharjo Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN - Sejak adanya erupsi gunung Merapi pada tahun 2010 lalu, untuk mengantisipasi bencana alam Kementrian Sosial Republik Indonesia membentuk Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB).
Hal tersebut dilakukan karena wilayah Desa Umbulharjo termasuk desa yang sangat rawan dengan bencana alam terutama erupsi gunung berapi, angin ribut, dan tanah longsor.
KSB bentukan Kemensos pada tahun 2011 tersebut terdiri dari seluruh elemen masyarakat mulai dari perangkat desa, Karang Taruna, Linmas, Tagana, dan PKK.
Ketua KSB Desa Umbulharjo, Triyono Hadi Susilo mengatakan sejak dibentuk pada tahun 2011 berbagai pelatihan dan pembelajaran untuk melakukan antisipasi bencana dan melakukan penanganan saat terjadinya bencana alam di Desa Umbulharjo selalu dilakukan.
"Sejak terbentuk antusiasme masyarakat sendiri sangat baik, pasalnya mereka juga menyadari bahwa mereka tinggal di daerah yang rawan bencana. Jadi pembentukan KSB ini sangatlah bermanfaat," ujar dia, Minggu (16/10/2016).
Dikatakannya sampai saat ini berbagai penanganan saat bencana alam melanda wilayah Umbulharjo penanganan dari anggota KSB sangatlah Lugas dan cepat.
Bahkan dalam kurun waktu enam tahun berdiri KSB Desa Umbulharjo sudah mempunyai lokasi dan berbagai kelengkapan dalam penanganan bencana.
"Kami sudah membuat lokasi titik kumpul, jalur evakuasi, SOP Kontijensi penanggulangan bencana. Kemudian juga sudah memiliki Lumbung Sosial dan Gardu Sosial," katanya.
Bersambung halaman 2
Sejak terbentuk, Kemensos juga selalu memberikan bantuan bagi KSB Desa Umbulharjo. Bantuan Gardu Sosial contohnya, bangunan tersebut merupakan bantuan yang bisa digunakan sebagai posko untuk berkumpul saat terjadi bencana alam. Kemudian Lumbung Sosial merupakan perlengkapan alat-alat penunjang untuk melakukan penanganan dan evakuasi saat terjadi bencana alam.
Saat ini, kesiapsiagaan para anggota sudah bisa diandalkan. Para anggota akan melakukan penanganan evakuasi bencana dengan cepat dan lugas. "Dalam skala kecil, kami selalu siap siaga dimusim hujan seperti saat ini, antisipasi banjir dan tanah longsor selalu dilakukan oleh anggota KSB," ujar dia.
Selain itu untuk antisipasi bencana alam juga selalu dilakukan jauh-jauh hari. Ia mencontohkan, jika ada kawasan yang rawan longsor, dari anggota akan segera mengordinasikan untuk melakukan penanganan dengan cara membuat talut atau membuat pagar penguat dari kantong berisi pasir.
"Seperti kemarin saat terjadi tanah longsor di daerah Kaliurang dan tanah terkikis yang rawan longsor di Huntap Plosokerep anggota langsung merapat untuk melakukan evakuasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada 10 September 2026. Status Level III Siaga, simak data erupsi dan imbauan PVMBG.
Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menambah nomor half marathon 21K. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pelari dari luar DIY.
Kenali gejala keracunan makanan, cara pertolongan pertama, tanda dehidrasi, hingga kondisi yang mengharuskan penderita ke dokter.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memberikan apresiasi khusus kepada nasabah dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026
Tunggakan gaji empat bulan eks pekerja RSGM Bantul belum dibayar sesuai perjanjian. Mereka kini mengajukan permohonan eksekusi ke PHI.