MITIGASI BENCANA MERAPI : Desa Umbulharjo Sleman Siap Siaga dan Tanggap Bencana

Kegiatan warga Desa Umbulharjo Cangkringan Sleman. (Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
17 Oktober 2016 16:20 WIB Sleman Share :

Mitigasi bencana di Desa Umbulharjo Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN - Sejak adanya erupsi gunung Merapi pada tahun 2010 lalu, untuk mengantisipasi bencana alam Kementrian Sosial Republik Indonesia membentuk Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB).

Hal tersebut dilakukan karena wilayah Desa Umbulharjo termasuk desa yang sangat rawan dengan bencana alam terutama erupsi gunung berapi, angin ribut, dan tanah longsor.

KSB bentukan Kemensos pada tahun 2011 tersebut terdiri dari seluruh elemen masyarakat mulai dari perangkat desa, Karang Taruna, Linmas, Tagana, dan PKK.

Ketua KSB Desa Umbulharjo, Triyono Hadi Susilo mengatakan sejak dibentuk pada tahun 2011 berbagai pelatihan dan pembelajaran untuk melakukan antisipasi bencana dan melakukan penanganan saat terjadinya bencana alam di Desa Umbulharjo selalu dilakukan.

"Sejak terbentuk antusiasme masyarakat sendiri sangat baik, pasalnya mereka juga menyadari bahwa mereka tinggal di daerah yang rawan bencana. Jadi pembentukan KSB ini sangatlah bermanfaat," ujar dia, Minggu (16/10/2016).

Dikatakannya sampai saat ini berbagai penanganan saat bencana alam melanda wilayah Umbulharjo penanganan dari anggota KSB sangatlah Lugas dan cepat.

Bahkan dalam kurun waktu enam tahun berdiri KSB Desa Umbulharjo sudah mempunyai lokasi dan berbagai kelengkapan dalam penanganan bencana.

"Kami sudah membuat lokasi titik kumpul, jalur evakuasi, SOP Kontijensi penanggulangan bencana. Kemudian juga sudah memiliki Lumbung Sosial dan Gardu Sosial," katanya.

Bersambung halaman 2

Sejak terbentuk, Kemensos juga selalu memberikan bantuan bagi KSB Desa Umbulharjo. Bantuan Gardu Sosial contohnya, bangunan tersebut merupakan bantuan yang bisa digunakan sebagai posko untuk berkumpul saat terjadi bencana alam. Kemudian Lumbung Sosial merupakan perlengkapan alat-alat penunjang untuk melakukan penanganan dan evakuasi saat terjadi bencana alam.

Saat ini, kesiapsiagaan para anggota sudah bisa diandalkan. Para anggota akan melakukan penanganan evakuasi bencana dengan cepat dan lugas. "Dalam skala kecil, kami selalu siap siaga dimusim hujan seperti saat ini, antisipasi banjir dan tanah longsor selalu dilakukan oleh anggota KSB," ujar dia.

Selain itu untuk antisipasi bencana alam juga selalu dilakukan jauh-jauh hari. Ia mencontohkan, jika ada kawasan yang rawan longsor, dari anggota akan segera mengordinasikan untuk melakukan penanganan dengan cara membuat talut atau membuat pagar penguat dari kantong berisi pasir.

"Seperti kemarin saat terjadi tanah longsor di daerah Kaliurang dan tanah terkikis yang rawan longsor di Huntap Plosokerep anggota langsung merapat untuk melakukan evakuasi," katanya.