250 Penyandang Disabilitas Sleman dapat Pelayanan Jamkesus

Salah satu anak difabel asal Bantul yang menerima bantuan kursi roda adaptif dari UCP melalui Jamkesus, Rabu (24/2/2016) di Kantor Dinkes Bantul. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
18 Oktober 2016 20:20 WIB Sleman Share :

Sebanyak 250 penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman mendapatkan pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus)

 

Harianjogja.com, SLEMAN - Sebanyak 250 penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman mendapatkan pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) dari Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin-Selas (17-18/10/2016).

Para penyandang disabilitas yang tercover Jamkesus ini berasal dari tujuh kecamatan yakni Mlati, Sayegan, Minggir, Godean, Tempel, Turi dan Sleman.

Direktur RS UGM Arif Faizal mengungkapkan pelayanan tersebut  merupakan implementasi dari Perda DIY Nomor 4 Tahun 2012 dan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2013 tentang Pemenuhan Hak Kaum Disabilitas.

"Harapannya untuk membantu kaum penyandang disabilitas untuk mengatasi keterbatasan yang dialaminya," ujar Arif kepada wartawan, Senin (17/10/2016).

Kegiatan tersebut, lanjut Arif, sudah berlangsung 14 kali sepanjang 2016 ini. Pelayanan itu merupakan kegiatan terpadu dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan DIY, dinas kabupaten, bekerjasama dengan pemberi jasa layanan setempat dan berbagai stakeholder peduli disabilitas.

Ada beragam layanan yang dapat diakses para penyandang disabilitas dalAm kegiatan ini. Untuk memaksimalkan layanan, Dinas Sosial sudah menerbitkan rekomendasi penjaminan. Selanjutnya para penyandang disabilitas ini bisa mengakses beragam layanan yang ada di rumah sakit.

Adapun layanan yang bisa diakses antara lain, pelayanan rehabilitasi sosial dan  pemeriksaan dokter spesialis rehabilitasi medik. Para penyandang juga mendapatkan pelayanan dari berbagai poliklinik seperti poli mata, poli anak, poli jiwa, orthopedi dan THT.

Setelah dilakukan pemeriksaan, para penyandang disabilitas ini akan mendapatkan alat bantu yang dibutuhkan sesuai dengan rekomendasi medik seperti kursi roda, kaki tangan buatan, kaca mata, alat bantu dengar dan sebagainya.

"Dalam kegiatan ini disiapkan pula 40 armada ambulance untuk membantu antar jemput sehingga memudahkan transportasi para penyandang disabilitas," papar Arif memperjelas.