LONGSOR GUNUNGKIDUL : Antisipasi Bencana, BPBD Siapkan Skenario Ini

Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos - Antara)
19 Oktober 2016 09:55 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Longsor Gunungkidul Ancam Wilayah Utara

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengingatkan masyarakat waspada terhadap bencana longsor, seiring dimulainya musim hujan bulan ini. Tujuh daerah dinyatakan rawan bencana longsor dan masuk zona merah.

Yaitu Kecamatan Pathuk, Ngawen, Gedangsari, Nglipar, Semin, Ponjong dan Karangmojo.

“Semuanya berada di wilayah utara yang terdapat perbukitan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Mitigasi, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul Sulistyo, Selasa (18/10/2016).

BPBD kini menyiapkan sejumlah skenario menghadapi bencana longsor.

“Kami rencananya membentuk Posko bencana longsor di tujuh daerah rawan itu,” kata Staf BPBD Bambang Supriana.
Keberadaan Posko bencana longsor akan memudahkan komunikasi dan koordinasi apabila terjadi bencana, termasuk memudahkan evakuasi di lapangan.

Sejatinya kata Bambang, pemerintah telah membentuk desa tangguh bencana di tujuh kecamatan yang masuk zona merah. Desa tangguh bencana bertujuan menyiapkan masyarakat menghadapi bencana longsor. Misalnya melatih warga mengenali tanda-tanda longsor.

“Di sana juga dipasang sistem peringatan dini bencana longsor,” ujarnya lagi.

Pemerintah juga menyiarkan peringatan bencana longsor melalui radio secara berkala. Harapannya warga yang berdiam di zona longsor selalu waspada hingga musim hujan berlalu.

Berlalu

Sementara itu untuk bencana angin kencang atau puting beliung, BPBD memprediksi sudah berlalu. Sulistyo mengatakan, bencana puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim atau pancaroba.

“Saat ini pancaroba sudah berlalu dan sudah masuk musim hujan,” jelas Sulistyo.

Bencana angin kencang beberapa waktu terakhir menyebabkan satu rumah roboh di Gunungkidul. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.