Desa Wajib Sediakan Lahan untuk Permainan Anak

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoAnak-anak bermain sepak bola sambil menggembala kambing di areal persawahan di Banguntapan, Bantul, DI. Yogyakarta, Kamis (23/07 - 2015). Aktivitas bermain bersama teman sebaya di luar ruang menjadikan anak lebih banyak bergerak secara fisik, berinteraksi dan bekerjasama dalam permainan.
20 Oktober 2016 00:20 WIB Sleman Share :

Desa di Sleman diwajobkan menyediakan lahan untuk bermain anak

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk memberikan ruang kreativitas dan meningkatkan aktivitas sosial anak, pemerintah desa (pemdes) diwajibkan menyediakan lahan permainan untuk anak.

Kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPMPP) Sleman, Nurul Hayah menjelaskan, selama ini anak-anak dinilai kurang berinteraksi antarsebayanya. Kondisi itu berdampak pada perkembangan karakter anak.

"Perkembangan karakter anak kurang sempurna. Ini akibat mereka ruang berinteraksi, tidak memiliki lahan permainan khusus anak yang memadai," katanya, Selasa (18/10/2016).

Menurutnya, keberadaan lahan permainan atau dolanan anak dibutuhkan untuk memberikan kesempatan bagi mereka berinteraksi. Anak-anak juga dapat memainkan permainan tradisional secara bersama-sama.

"Jadi ini lahan khusus yang difungsikan sebagai ruang terbuka, di mana anak-anak dapat melakukan berbagai aktivitas bersama," katanya.

Nurul mengatakan, keberadaan lahan permainan itu juga bertujuan untuk menghilangkan dampak negatif dari kurangnya interaksi antar anak dan orangtua. Pasalnya sekarang ini, banyak orangtua yang aktif bekerja di luar rumah dan kesulitan memantau aktivitas anak-anaknya. "Pengawasan orangtua terhadap anak kurang, kondisi itulah yang menyebabkan anak-anak salah dalam pergaulan," katanya.

Jika masing-masing desa memiliki lahan permainan, setidaknya pengawasan anak-anak bisa dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat sekitar. Apalagi jika lahan tersebut menyediakan media permainan tradisional yang dinilai positif. Nurul mengatakan, setidaknya ada 30 permainan tradisional yang bisa dimainkan anak-anak.

"Permainan tradisional itu juga bisa membantu tumbuh kembang anak karena banyak hal positifnya. Misalnya, mengajarkan karakter tenggang rasa, jujur, kreatif, dan tidak egois. Memahami team work dan sebagainya," jelas Nurul.

Sementara itu, Kepala Desa Pandowoharjo, Sleman Catur Sarjumiharta mengaku penyediaan lahan permainan khusus anak bisa dilakukan secara bertahap. Kondisi tersebut terkait erat dengan masalah keterbatasan lahan yang dimiliki Pemdes. "Program tersebut baik dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga pengusaha dan masyarakat," katanya.

Pemdes Pandowoharjo sendiri, lanjut Catur, berencana membangun ruang interaksi untuk anak-anak yang dilengkapi dengan taman kuliner. Tidak hanya itu, Pemdes juga akan membangun panggung seni dan hiburan sebagai ajang kreatifitas seni dan budaya di Pandowoharjo. "Kemungkinan baru kami realisasikan secara bertahap mulai 2017 nanti," kata Catur.