LALU LINTAS JOGJA : Trans Jogja Dimaksimalkan Atasi Kemacetan

Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI - Harian Jogja)
25 Oktober 2016 05:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Lalu lintas Jogja yang macet coba diakali dengan Trans.

Harianjogja.com, JOGJA --Pemda DIY melalui Dinas Perhubungan terus menggencarkan penggunaan angkutan umum untuk menekan kemacetan di Kota Jogja. Selain menambah armada Trans Jogja, penambahan jalur serta kebijakan khusus untuk angkutan tersebut juga akan diberikan.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Haryanta menjelaskan, persoalan yang sering muncul terkait transportasi di Jogja adalah tidak seimbang antara ketersedian infrastruktur pendukung dengan permintaan atau volume kendaraan. Untuk menambah ketersedian, seperti melebarkan jalan atau membuat jalur khusus angkutan umum agar bisa lancar, hal itu sulit dilakukan. Tetapi pihaknya mengoptimalkan, penyebab kemacetan di jalanan seperti parkir liar terus ditindak agar bisa mengurangi persoalan tersebut.

"Makanya saya gemboki [mobil parkir sembarangan], mengapa? karena mestinya jalan itu untuk lalu lintas supaya optimal ya jangan untuk parkir, dioptimalkan supply-nya, kebutuhannya, kapasitasnya kita tingkatkan dengan larangan parkir," terangnya kepada Harian Jogja pekan lalu.

Termasuk memanajemen lampu bangjo secara online, agar lalu lintas bisa berjalan normal. Seperti mengupayakan agar jangan sampai ketika lampu masih menyala hijau namun tidak ada kendaraan melintas sehingga bisa dipercepat agar berpindah ke lampu lainnya yang padat.

"Kita atur, teman-teman tidak istirahat, bagaimana mengatur lalu lintas hijaunya ditambah karena jumlah traffic kita  ratusan tenaga hanya enam orang.

Sehingga jangan sampai lalulintasnya tidak ada lampunya masih hijau," kata dia.Angkutan Umum
Sedangkan masalah permintaan adalah terkait volume kendaraan untuk mengurangi jumlah saat ini diakui Sigit juga sangat sulit. Oleh karena itu untuk menekan yaitu dengan cara, salahsatunya memberikan tarif parkir mahal bagi yang parkir di badan jalan. Cara itu diharapkan agar bisa menekan jumlah pengguna mobil maupun motor sehingga beralih ke angkutan umum.

Oleh karena itu, pihaknya tetap berkonsentrasi pada angkutan umum sebagai solusi kemacetan. Tentu, kata Sigit, harus ada langkah prioritas jalur bagi angkutan umum seperti Trans Jogja.

"Kami buatkan supaya cepat, lebih murah, itu kan untuk meningkatkan orang tertarik pada angkutan umum. Itu kami lakukan," tegasnya.

(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=762369">ANGKUTAN RINGROAD : Per 1 Nopember Mulai Beroperasi)

Terkait angkutan, pada 1 November 2016, pihaknya menambah satu jenis angkutan khusus Ringroad dengan jumlah sementara lima unit. Soal ada banyaknya persoalan di Trans Jogja yang pekan lalu kembali mencuat, pihaknya sudah memberi peringatan kepada operator untuk segera melakukan perbaikan.

Sigit menambahkan, rencana besar Trans Jogja antara lain, akan merencanakan operasi pada April 2017 sebanyak 128 unit, sebanyak 50 unit di antaranya merupakan hibah dari pusat. Bersamaan dengan itu, perombakan lain, dari sisi pengoperasian, akan dihapus tiket on halte, sehingga penumpang membayarkan langsung di atas bus. Kemudian rencananya jumlah jalur juga akan ditambah dari delapan menjadi 17 pada April 2017.

"Kami merencanakan pula pengoperasian sebanyak 167 armada Trans Jogja pada 2018," ujar dia.

Selain itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lain dan pemerintah dan kabupaten/kota yang wilayahnya dilalui jalur Trans Jogja. Agar angkutan kota ini diprioritaskan untuk lewat terutama jika ada kegiatan pawai dan hiburan lainnya di jalan raya. Dishub DIY sering mendapat komplain dari penumpang tentang banyaknya pengalihan rute ketika ada pawai.

"Mohonlah kalau ada kegiatan di dinas pemda, masyarakat senam, pawai kegiatan kesenian panggung hiburan, Trans Jogja jangan dipindah rutenya. Kalau dipindah ini menjadi tidak menarik bagi penumpang. Orang yang biasa naik menjadi kesulitan apalagi orangtua atau anak-anak sekolah," ucapnya.