INFO TERKINI : Sultan berharap ACS 2016 Jadi Kebangkitan Pergerakan Anti Korupsi di Kampus

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (27/07 - 2015).
25 Oktober 2016 12:37 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Info terkini dari UGM, ACS 2016 bukan hanya sukses secara penyelenggaraannya tetapi juga menandai bangkitnya pergerakan anti korupsi di kampus

Harianjogja.com, SLEMAN-Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan Anti Corruption Summit (ACS) 2016 mengukuhkan predikat Jogja dan universitas perjuangan, memiliki komitmen memberantas tindak korupsi menuju Indonesia berintegritas.

Ia berharap acara ACS 2016 bukan hanya sukses secara penyelenggaraannya tetapi juga menandai bangkitnya pergerakan anti korupsi di kampus.

"Kita harus melakukan pencegahan korupsi di sektor hulu, utamanya lewat pendidikan keluarga. Pendidikan moral itu penting dan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata," kata dia, Selasa (25/10/2016) di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada.

Konsolidasi gerakan anti korupsi berbasis akademisi ini semakin bermakna, imbuh dia. Karena Wakil Presiden bersedia memberikan student lecture, dengan itu berarti memberikan kesempatan untuk melahirkan generasi anti korupsi, melalui kampus yang berintegritas.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, di kesempatan yang sama menjelaskan, ia berharap kalau tata kelola Perguruan Tinggi (PT) lebih baik, sederhana tanpa melupakan transparansi dan akuntabilitas, maka kita membekali anak-anak kita untuk menjadi contoh dan teladan ketika mereka berkiprah di masyarakat.

Setelah aktif di KPK, lanjut Agus, ia mengetahui bahwa ada banyak hal yang perlu perbaikan, dan ini adalah fakta di lapangan. Kondisi tersebut, memerlukan peran generasi masa depan untuk merubah menjadi lebih baik.

"Tata kelola PT perlu diperbaiki, tata kelola keuangan, pengadaan yang lebih baik. Kami sudah menangani 534 perkara, 17 di antaranya melibatkan gubernur, dalam kasus pengangkatan rektor yang kurang transparan," tutur dia, di akhir sambutan.