HARI PANGAN SEDUNIA : Pangan Lokal Jadi Bagian dari Pariwisata

Sejumlah pengunjung mencicipi beram makanan yang di jual dan dipamerkan dalam Peringatan ke-36 Hari Pangan Sedunia "Gerakan Nasional Konsumsi Pangan Sehat" di halaman Balaikota Yogyakarta, Rabu (26/10/2016). Bahan pangan lokal seperti ketela, garut, dan umbi-umbian lain digunakan sebagai bahan dasar makanan yang dijajakan dalam puluhan stand hingga 27 Oktober 2016. (JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto)
26 Oktober 2016 17:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Hari pangan sedunia diperingati dengan pameran pangan lokal

Harianjogja.com, JOGJA-Industri pangan memiliki peranan penting di sektor pariwisata. Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia, industri pangan perlu untuk turut mendorong peran serta pangan lokal sebagai upaya mewujudkan kedaulatan pangan bangsa.

Memeringati Hari Pangan Sedunia ke-36, dipamerkan puluhan stan makanan lokal dari seluruh wilayah DIY. Berbagai produk makanan berbahan baku lokal dipamerkan selama dua hari hingga Kamis (27/10/2016) di halaman Balaikota Jogja.

Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengungkapkan, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejalan dengan tema acara bertajuk Gerakan Nasional Konsumsi Pangan Sehat, Haryadi menegaskan, pangan harus memiliki dua aspek, yakni aspek sehat dan aman.

"Sehat dengan kandungan nilai gizi yang bermanfaat dan aman dari bahan-bahan berbahaya untuk tubuh. Selain itu, pangan yang diolah dan dijual harus memiliki rasa yang enak," ujar Haryadi usai membuka acara Hari Pangan Sedunia ke-36, Rabu (26/10/2016).

Haryadi menambahkan, industri pangan juga harus mengutamakan cita rasa pada produk olahannya. Industri ini, kata dia, merupakan bagian dari sektor pariwisata.

"Karena kaitannya dengan kuliner, [Jogja] sebagai kota pariwisata harus selalu mendukung kegiatan industri pangan sebagai bagian dari atraksi pariwisata," imbuh Haryadi.

Pangan lokal di wilayah DIY memiliki potensi yang luas untuk diolah menjadi berbagai jenis produk makanan. Dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi pangan lokal, petani juga memiliki peranan penting dalam upaya ini. Melalui pemanfaatan bahan pangan lokal akan memberikan peningkatan pendapatan bagi petani.

Ketua Umum Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI) Satrio Damardjati berharap, petani tidak lagi dijadikan sebagai objek, tetapi bisa menjadi subjek. Artinya, petani setidaknya dapat memproduksi pangan minimal untuk kebutuhannya sendiri, khususnya pangan sehat.