BOM MOLOTOV SLEMAN : Kapolda Yakin Segera Tangkap Pelaku Peledakan di Liquid

Ilustrasi bom bakar yang lebih kondang dengan sebutan molotov cocktail (JIBI/Solopos/Antara - Dok.)
29 Oktober 2016 17:39 WIB Sleman Share :

Bom Molotov Sleman masih dalam pemeriksaan

Harianjogja.com, SLEMAN -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat yakin bahwa pelaku peledakan bom molotov dengan menggunakan sepeda motor di depan Liquid Cafe segera terungkap.

“Masih kami dalami kasus ini semampu kita, jika melikat upaya yang sudah kita lakukan saya yakin segera terungkap," kata Prasta, Jumat (28/10/2016).

Kapolda menambahkan upaya keras yang sudah dilakukan pihaknya saat ini adalah dengan membentuk tim khusus. Pembentukan tim khusus tersebut juga didasarkan bahwa peristiwa tersebut sudah membuat keresahan di masyarakat.

"Kami memang membentuk tim khusus, setiap ada peristiwa yang meresahkan dan bersifat teror kami buat tim khusus tersebut. Meski baru diduga sebuah bentuk teror yang jelas peristiwa kemarin telah meresahkan masyarakat," ujar dia.

Dikatakannya, untuk tujuan pelaku sampai saat ini memang belum bisa dipastikan. Pendalaman penyelidikan motif juga terus dikembangkan oleh petugas termasuk adanya kemungkinan persaingan bisnis antara pemilik Cafe dengan pengusaha lainnya.

Kata dia, dalam melakukan aksi kemaren yang jelas pelaku memang ingin membuat kejutan dan mengganggu keamanan meski dengan sasaran dan fokus yang tidak jelas. Dengan demikian motifnya belum bisa dipastikan apakah unsur bisnis, perorangan, atau oknum masih dalam dugaan-dugaan.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Frans Tjahyono menambahkan saat ini pihaknya mulai melakukan penyelidikan dengan menggunakan nomor mesik di kendaraan sepeda motor Yamaha Mio J yang ada diletakkan di lokasi kejadian. Rencananya tim inavis dari mabes Polri dan Laboratorium Forensik (Labfor) cabang semarang akan membantuk melakukan penyelidikan.

“Hari ini tim dari Mabes akan membantu melakukan penyelidikan dengan nomor mesin kendaraan. Semua aspek kemungkinan akan ditelusuri, namun juga belum bisa langsung mengarah ke pelaku karena masih akan didalami," katanya.

Sebelumnya upaya keras dilakukan petugas kepolisian tersebut berawal dari sebuah peristiwa peledakan bom molotov pada hari Rabu (26/10/2016) malam. Lima botol bensin yang sudah ditata di dalam sebuah jok motor yang terparkir di depan Cafe secara tiba-tiba meledak dan membuat kepanikan di Cafe tersebut.

Ledakan dua botol dari lima botol yang disiapkan tersebut diduga sudah dirancang sebelumnya, pasalnya didekat lokasi kejadian saat itu ditemukan plat besi dan rangkaian kabel. Meski demikian petugas kepolisian juga belum bisa mendeteksi kebenaran adanya rangkian pada bom molotov tersebut. Sementara pelaku meski pelaku sempat tertangkap dan terekam kamera cctv namun identitasnya tidak bisa diketahui dikarenakan pelaku menggunakan helm tertutup dan mengenakan jas hujan.