PEMUDA PELOPOR: Raih Penghargaan Dalam-Luar Negeri, Andika Mengajak Kaum Muda Berani Bermimpi

Andika Kairuliawan (Pamuji Tri Nastiti/JIBI - Bisnis Indonesia)
30 Oktober 2016 05:20 WIB Jogja Share :

Pemuda Pelopor, ada banyak cara meningkatkan potensi diri.

Harianjogja.com, JOGJA—Kompetisi Pemuda Pelopor Kota Jogja pada 2014 mencatat nama Andika Kairuliawan sebagai pemenang utama.

Andika tertarik mengikuti Program Pemuda Pelopor yang selanjutnya dalam pembinaan Kesbang Jogja, karena mendapatkan rekomendari ketua RW di mana ia tinggal, di Sapen, Demangan.

Secara berjenjang ia mewakili Kota Jogja ke tingkat Provinsi DIY, dan selanjutnya berkesempatan dikontak Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai juara pertama nasional pada 2014.

“Tetapi dianulir karena saya sudah sering menang kompetisi. Tetapi saya juga berharap untuk teman-teman muda, kalau punya mimpi jangan hanya di wilayah saja, kita mesti harus bisa berkembang dan berkarya kalau kita komitmen,” katanya dalam perbincangan, Senin (24/10/2016).

Lewat Pemuda Pelopor, Andika menularkan semangat juang dalam berkarya dan pantang menyerah dalam berkompetisi. Pengalaman menjadi pemenang kompetisi wirausaha dan kreativitas sudah kenyang diterimanya, dengan mengantongi 17 penghargaan, dua di antaranya tingkat Asia Tenggara.

Bisnis kreatif body custom kendaraan bermotor menjadi fokusnya. Dari modal membeli cat Rp800.000 pada 2011, kini dari bengkel modifikasi motor sudah mengantongi rerata omset Rp200 juta per bulan.

“Pelanggan lokal Jogja paling 15%, lainnya dari Aceh sampai Papua, produk tersebar hingga ke 15 negara, pesmasarannya juga ada toko di Malaysia dan Singapura yang  sifatnya mengambil barang dan menjualnya. Pemasaran awalnya lewat kaskus dan sekarang melalui Facebook juga Instagram.”

Pengajar di Universitas Teknologi Yogyakarta ini menjadi langganan Kesbang Jogja untuk berbagi pengalaman berwirausaha dalam berbagai forum pelajar dan kepemudaan.

“Kenapa saya mau ikut Pemuda Pelopor, pengin berguna. Setidaknya, usaha saya berhasil mengajak tetangga yang awalnya tidak memiliki kerjaan sampai sekarang masih bekerja. Dari awalnya saya sendiri, lalu 9 orang sekarang menjadi 40 orang.”

Bagi lulusan Pemuda Pelopor, Kesbang menjadi wadah dan tempat untuk meminta bantuan negosiasi, memberi ruang pembinaan, dan mengajak untuk berbagi pengalaman. “Kami, yang muda-muda ini, dilibatkan untuk memberikan motivasi.”