Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Sri Purwanti, ibu korban saat menerima ucapan belasungkawa dari para pelayat di rumah duka di Rejowinangun, Kotagede, Senin (31/10/2016). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Penembakan karyawan GL Zoo masih belum ditemukan pelaku dan motifnya
Harianjogja.com, JOGJA-Keluarga Nanang Raharjo, 31, korban penembakan di angkringan samping Gembira Loka Zoo (GL Zoo) berharap polisi segera menemukan pelakunya.
Baca juga : http://harianjogja.com/?p=765038" target="_blank">INFO TERKINI : Karyawan GL Zoo Tewas Ditembak saat Makan Siang
Sarjono, 65, ayah korban berharap polisi segera menangkap pelaku penembakan tersebut. Menurutnya, selama ini anak keduanya dari tiga bersaudara itu merasa tidak memiliki masalah dengan siapa pun.
"Anak saya baik, tidak pernah neko-neko, pergaulan dengan masyarakat disini juga akrab," ungkap dia, di sela menerima tamu pelayat di rumahnya, Rejowinangun, Kotagede, Senin (31/10/2016).
Ibu Sarjono, Sri Purwanti tak henti-hentinya menangis saat menerima tamu pelayat. Dia tidak menyangka anaknya meninggal dalam kondisi luka tembak dibagian perut kanan.
Dari sejumlah pelayat yang datang ke rumah duka, terlihat beberapa pelyat yang mengenakan seragam Gembira Loka Zoo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.