PILKADA KULONPROGO : Janji Majukan Wilayah Pengasih

Pasangan Hasto Wardoyo dan Sutedjo berkampanye dengan mengunjungi Pasar Glaeng di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Jumat (11/11/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
14 November 2016 21:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pilkada Kulonprogo untuk pasangan Hasto-Sutedjo kampanye di Pengasih.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pasangan Hasto Wardoyo dan Sutedjo melakukan kampanye dengan memenuhi undangan dari Kelompok Pedagang Pengasih (KPP), Minggu (13/11/2016). Hasto berjanji bakal mengembangkan kawasan Pengasih untuk memperbesar peluang masyarakat merintis usaha mandiri.

KPP beranggotakan ratusan orang, seperi seperti pedagang sayur keliling, bakso, dan mi ayam. Menurut Hasto, jumlahnya dapat terus bertambah jika kawasan Pengasih semakin maju. Dia lalu menyontohkan dampak ekonomi dari pembangunan gedung taman budaya di Pengasih. Gedung itu nantinya difungsikan sebagai lokasi kegiatan pameran maupun pertunjukan seni budaya sehingga bakal didatangi banyak orang.

“Banyaknya orang yang datang itu membuka peluang usaha bagi warga sekitar, misalnya berdagang,” kata Hasto.

Hasto menyatakan berkomitmen untuk memperhatikan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dia berpendapat hal itu akan lebih mudah terwujud apabila pembangunan daerah berjalan lancar.

“Saya ingin wilayah sepanjang jalan dari Wates sampai Clereng menjadi lebih bagus sehingga Pengasih akan benar-benar menjadi kota yang ramai,” ungkap Hasto.

Sebelumnya, calon bupati nomor urut satu, Zuhadmono Azhari berkampanye dengan mengunjungi Pasar Pripih di Hargomulyo, Kokap, Sabtu (12/11/2016) kemarin. Zuhadmono mendengarkan aspirasi pedagang yang berharap adanya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pasar tradisional tersebut. Hal itu misalnya soal sebagian area pasar yang masih terbuka sehingga menyulitkan aktivitas perdagangann saat cuaca buruk.

Zuhadmono juga menyempatkan diri untuk mengunjungi seorang tokoh agama setempat bernama Kiai Haji Abdullah Syarifudin. Zuhadmono mengaku mendapatkann masukan untuk mempertahankan lingkungan yang agamis meski pembangunan daerah terus berjalan. Dia juga berdiskusi mengenai pentingnya kualitas akhlak sumber daya manusia di Kulonprogo dalam menghadapi adanya sejumlah mega proyek.