AGENDA SENI BANTUL : Festival Situs Gilang Lipuro Suguhkan Woskshop Pandai Besi

Kabid Sejarah Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan DIY Erlina Hidayati (kedua dari kanan) saat memberikan keterangan pers bersama panitia Festival Situs Gilang Lipuro, Kamis (17/11/2016). (Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
18 November 2016 05:20 WIB Sunartono Bantul Share :

Agenda seni Bantul akan digelar Festival Situs Gilang Lipuro di Kompleks Petilasan Gilang Lipuro, Kauman, Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, pada Sabtu (19/11/2016) dan Minggu (20/11/2016).

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan berupaya memfasilitasi pengembangan situs yang berada di wilayah Desa Budaya. Sebuah perhelatan budaya bertajuk Festival Situs Gilang Lipuro, digelar di Kompleks Petilasan Gilang Lipuro, Kauman, Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, pada Sabtu (19/11/2016) dan Minggu (20/11/2016).

Festival ini menyuguhkan berbagai seni budaya hingga workshop para empu atau pandai besi. Situs Gilang Lipuro sengaja diangkat, karena berdasarkan sejarah dahulunya pernah akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan Kraton.

Kabid Sejarah Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan DIY Erlina Hidayati menjelaskan, di DIY memiliki 339 situs. Ratusan itu tersebar di Kota Jogja ada sembilan situs, Bantul sebanyak 65 situs, Gunungkidul tercatat ada 127 situs. Selain itu ada di Sleman 59 situs dan Kulonprogo 49 situs.

Ia mengakui belum semua situs bisa difasilitasi oleh dinas melalui kegiatan karena keterbatasan anggaran. Akantetapi, seiring dengan adanya dana keistimewaan, beberapa situs mulai difasilitasi dalam bentuk kegiatan dengan tujuan untuk pengembangan, pelestarian sekaligus pengenalan ke masyarakat.

"Salahsatunya Situs Gilang Lipuro di Gilangharjo, Pandak, Bantul akan digelar festival selama dua hari," terangnya dalam konferensi pers di Pendopo Dinas Kebudayaan, Kamis (17/11/2016).

Situs Gilang Lipuro, kata dia, merupakan sebuah petilasan menurut sejarah terdahulu, rencananya akan dibangun Kraton di kawasan tersebut. Akantetapi karena secara geografis berada di area pinggiran, kemudian pembangunan istana beralih ke Kotagede.

Erlina berharap, dengan diangkatnya kembali situs tersebut dalam bentuk festival, diharapkan memberikan dampak positif bagi warga sekitar sekaligus menyajikan pengetahuan bagi masyarakat luas.

"Pada 2017 Dinas Kebudayaan akan melakukan update data situs, baik dari Kraton, Pura Pakualaman dan lainnya, besok dari hasil update akan terlihat lagi jumlahnya, kalau sekarang masih 339 [situs]," imbuhnya.

Kepala Desa Gilangharjo Pandak Bantul Pardiono yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, Situs Gilang Lipuro terkenal sebagai wisata budaya. Dengan adanya dukungan dari Pemda DIY, diharapkan ke depan bisa menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Terkait pelaksanaan Festival Situs Gilang Lipuro, sepenuhnya dikelola warga desa seperti Pemuda Karangtaruna.

"Festival akan digelar tanggal 19 sampai 20 [November], ada serasehan, karawitan, tari klasik, jathilan, drumb blek, reog dan lain-lain. Tempat di Kompleks Petilasan Gilang Lipuro," ungkapnya.

Hal menarik dari festival ini, kata Erlina, akan menyajikan workshop secara langsung puluhan empu atau pandai besi dalam membuat alat pertanian seperti cangkul dan lainnya. Mengingat, di desanya saat ini masih banyak yang menggeluti pandai besi dengan jumlah sekitar 25 orang.

"Ini termasuk pemberdayaan lokal, daripada beli cangkul dari Cina, lebih baik lokal, meski membuatnya lama tetapi berkualitas," tegasnya.