Advertisement
PERUMAHAN DI JOGJA : Suplai Rumah di DIY Didominasi Harga Rp500 juta Hingga Rp1 miliar

Advertisement
Perumhan di Jogja didominasi Rp500 juta hingga Rp1 miliar
Harianjogja.com, JOGJA--Suplai hunian berupa rumah tapak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didominasi harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
Advertisement
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Nur Andi Wijayanto mengatakan, harga yang ditetapkan pengembang dipertimbangkan berdasarkan beberapa aspek, salah satunya harga tanah.
Lantaran harga tanah di DIY yang semakin tinggi, maka harga rumah tapak pun harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. "Selain itu, permintaan pasar paling besar untuk hunian ada di kisaran harga itu [Rp500 juta hingga Rp1 miliar]," ujar dia kepada Harianjogja.com, Senin (21/11/2016).
Ia mengatakan, harga tanah di DIY cukup bervariasi tergantung dari lokasinya. Hal itu pulalah yang membentuk harga hunian ke dalam beberapa segmen. Setidaknya, ada tiga segmen hunian berdasarkan harga. Segmen harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar memiliki porsi paling besar. Suplai anggota DPD REI DIY untuk segmen ini sebesar 70% dari total suplai hunian.
Segmen selanjutnya yakni hunian dengan harga kurang dari Rp500 juta. Porsinya jauh lebih kecil dibandingkan segmen harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Para anggota DPD REI DIY hanya menyuplai sebanyak 10% dari total jumlah unit rumah yang disuplai.
"Segmen selanjutnya adalah rumah seharga Rp1 miliar ke atas. Jumlah suplai anggota DPD REI DIY untuk segmen ini sebesar 20 persen dari jumlah unit yang disuplai anggota kami," ungkap dia.
Ada beberapa hal yang membuat harga tanah di DIY tidak bisa murah yakni luas lahan yang terbatas sedangkan permintaan tinggi. Selain itu, tingginya harga tanah di DIY karena konsentrasi pertumbuhan permukiman hanya di tiga wilayah yakni Sleman, Jogja, dan Bantul sehingga densitas atau kepadatan hanya membebani ketiga wilayah itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Wamensos Pastikan Sekolah Rakyat Hanya untuk Keluarga Tidak Mampu
- Kisah Taufik, Pelopor Kuliner Bakso Ukuran Besar di Jogja
- Jalan 5 Kilometer Setiap Hari Jadi Persiapan Fisik Jemaah Calon Haji
- Kulonprogo Tunggu Juknis Terkait Transmigrasi Pola Baru, Syaratnya Wajib Ikut Komcad TNI
- Akhirnya Tanah Tutupan Jepang di Bantul Kini Sudah Bersertifikat
Advertisement