ANGKUTAN RINGROAD : Akhir November atau 1 Desember Siap Beroperasi

Ilustrasi bus Damri (JIBI/Solopos - Dok.)
23 November 2016 10:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Angkutan Ringroad untuk rute tengah dibahas.

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Perhubungan DIY segera mengoperasikan angkutan ringroad melalui lima armada bus Damri bantuan pemerintah pusat. Setiap bus akan melewati rute dengan berhenti di 35 halte, bus berputar mengelilingi ringroad butuh waktu lebih dari dua jam. Jarak antar bus berhenti di setiap halte diperkirakan nyaris satu jam.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Haryanta menuturkan armada Ringroad dipastikan akan beroperasi pada akhir November 2016, maksimal 1 Desember 2016. Pada tahap awal akan beroperasi hingga pukul 17.00 WIB, kemudian pada April 2017 ditingkatkan hingga pukul 21.00 WIB.

"Kalau dihitung sesuai putaran, maka ada bus di halte setiap satu jam, istilahnya satu jam menunggu, tetapi harapan kami kalau ada kepastian misal jam 07.00 WIB, 08.00 WIB atau 09.00 WIB, jadi masyarakat menunggunya tidak terlalu lama," tegasnya, Selasa (22/11/2016)

Saat ini armada tersebut masih dalam tahap proses perizinan trayek. Serta mempersiapkan halte potabel yang berdekatan dengan Trans Jogja. Angkutan ini tidak bisa menggunakan halte Trans Jogja karena memiliki perbedaan dalam penarikan tiket. Jika tiket Trans Jogja on Halte, armada Ringroad penarikan tiket dilakukan di atas bus.

Ia optimistis, keberadaan armada Ringroad sebagai angkutan interkoneksi akan mampu menghidupkan AKDP wilayah pinggiran. Sejumlah angkutan AKDP saat ini perlahan menurun karena tidak ada permintaan. Dengan mengoperasikan angkutan Ringroad, maka langkah itu sama dengan menyiapkan permintaan bagi AKDP karena mengambil penumpang dari setiap titik Ringroad bagi penumpang yang akan keluar dari Kota Jogja.

"Ini sebagai pengungkit, Trans Jogja sudah menguasai dalam kota sampai 21.00 WIB, nanti pasti akan diikuti. AKDP akan hidup, penumpang sampai jam 9 malam. Sebenarnya ada potensi, cuma selama ini tidak bisa digali karena memang layanan belum ada," terangya.

Sayangnya, Sigit belum berani menyampaikan besaran tarif. Ia hanya memberikan gambaran, untuk pelajar tarifnya masih di bawah Rp5.000. Tarif angkutan Ringroad memang lebih mahal daripada Trans Jogja karena tanpa subsidi. Saat ini kepastian tarif masih dalam penghitungan. Jika sudah mencapai nominal akan ditetapkan melalui SK Gubernur DIY.