BENCANA JOGJA : Curah Hujan Meningkat, Bagaimana Kondisi 15 Sistem Peringatan Dini?

28 November 2016 11:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Bencana Jogja masih mengancam seiring curah hujan yang meningkat

Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Agus Winarto memastikan 15 Early Warning System (EWS) atau alat pendeteksi dini bencana banjir dapat berfungsi di tiga sungai yang membelah wilayah Kota Jogja.

"Sudah kami cek semua EWS dalam kondisi baik yang di Sungai Code, Winongo maupun Gajahwong," kata Agus, saat dihubungi Minggu (27/11/2016).

Agus mengatakan semua EWS akan terpantau tiap saat di kantor Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD. Sehingga jika terjadi peningkatan debit air sungai dapat segera terinformasikan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Meski demikian pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, "Masyarakat yang berada di bantaran sungai, saluran air hujan harap selalu waspada," kata Agus. Ia juga meminta masyarakat waspada pohon tumbang mengingat hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi selama beberapa waktu kedepan.

Koordinator Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, Djoko Budiono mengatakan tren hujan akan terus meningkat sampai puncaknya Januari mendatang.

"November ini curah hujan bulanan 200-400 mm, Desember 300-500 mm, dan prediksi puncaknya di Januari dengan curah hujan lebih besar dari 400 mm," kata Djoko melalui pesan singkat selular.

Sementara 22-28 November ini potensi hujan lebat di wilayah DIY dengan curah hujan 50 mm per hari disertai petir dan angin kencang dengan kecepatan angin 45 kilometer perjam. Menurut Djoko, potensi itu dapat menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor.

BMKG DIY sudah meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hujan.