Bandara Kulonprogo Dibangun, Bandara Adisutjipto Jadi general Aviation?

30 November 2016 19:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Bandara Kulonprogo akan mengalihkan penerbangan komersial dari Bandara Adisutjipto

Harianjogja.com, JOGJA-PT Angkasa Pura 1 Bandara Adisutjipto masih melakukan konfirmasi atas kebenaran rencana Bandara Adisutjipto akan digunakan sebagai general aviation. Hal ini butuh tanggapan serius karena berkaitan dengan peningkatan fasilitas di area bandara.

“Sudah kami konfirmasi ke kantor Pusat dan itu baru rencana. Masih perlu dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” kata Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Liza Anindya Rahmadiani, Selasa (29/11/2016).

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama juga belum dapat memastikan terkait informasi tersebut.

Pandu yang saat dihubungi Harianjogja.com kemarin sedang berada di Jakarta hanya mengatakan, terlepas dari benar dan tidaknya rencana tersebut, Bandara Adisutjipto memang perlu melakukan penambahan kapasitas, baik dari segi parking area untuk pesawat maupun ruang tunggu untuk penumpang.

Terminal dengan luasan 9.000 meter persegi khususnya Terminal A itu, kata Pandu, butuh perluasan. “Terminal A saat ini hanya menampung 800 kursi, akan ditambah jadi 1.000,” katanya, Selasa (29/11/2016).

Selain itu, parking stand yang hanya mampu menampung delapan pesawat, tahun depan bisa menampung sampai 11 pesawat. Saat ini proses pengerjaan parking stand sudah mulai dikerjakan. Harapannya kapasitas dalam penerimaan penumpang semakin bertambah.

Tidak hanya penambahan kapasitas ruang tunggu penumpang, peremajaan landasan pacu pesawat atau runway juga dilakukan. “Desember ini akan dilakukan overlay [pelapisan ulang aspal]. Kita ada pengerjaan runway. Dengan runway yang panjangnya 2.200 meter itu, akan dikerjakan secara bertahap selama tujuh bulan,” jelas Pandu.

Overlay di Bandara Adisutjipto terakhir dilakukan pada lima tahun yang lalu. Sebenarnya, kondisi runway saat ini masih layak sebagai landasan pesawat, tetapi di sana-sini banyak ditemukan retak rambut.

Pandu pun mengatakan pihaknya tidak ingin Bandara Adisutjipto seperti bandara lainnya di mana banyaknya retak rambut tersebut mengakibatkan pengelupasan aspal runway. “Maka saya saklek saya tidak mau ada penerbangan di malam hari,” tegasnya.