HIV/AIDS JOGJA : Penularan Lewat Rongga Mulut Berpotensi Tinggi

A man points at an artwork at a conceptual art exhibition about HIV/AIDS in Tehran December 2, 2007. REUTERS - Morteza Nikoubazl
01 Desember 2016 10:55 WIB Jogja Share :

HIV/AIDS Jogja Penularan terus dicegah

Harianjogja.com, JOGJA -- PDGI bersama Fakultas Kedokteran Gigi  Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) melakukan pemeriksaan gigi terhadap komunitas waria di Wisma Kebaya,  Jalan Gowongan Lor, Kecamatan Jetis, Jogja.

Ketua PDGI Sleman Ahmad Syaify menyampaikan penularan HIV/AIDS lewat rongga mulut, jelas Ahmad,  saat ini memiliki potensi cukup tinggi. Apalagi bagi kalangan yang kerap melakukan oral seks.

"Seseorang yang telah terinfeksi HIV bisa saja menularkan ke pasangannya apabila saat melakukan oral seks pasangan tersebut mengalami luka terbuka di rongga mulutnya karena sperma yang mengandung virus HIV bisa masuk lewat luka terbuka itu," jelasnya, Rabu (30/11/2016)

Ahmad menerangkan, kaum waria perlu mendapatkan pemahanan tentang penularan penyakit HIV/AIDS melalui saluran oral. Dia menyarankan untuk menghindari penularan HIV/AIDS itu, sedianya tetap menggunakan kondom sehingga cairan yang keluar tidak langsung kontak dengan luka terbuka di rongga mulut pasangannya.

"Ya minimal mengenali dulu tentang kesehatan rongga mulutnya. Tapi ya kami sarankan kalau bisa enggak usah saja," terangnya.

Dalam kegiatan itu, PDGI hanya melakukan pemeriksaan ringan saja, tidak sampai pada bentuk tindakan. Apabila ada pasien yang ditemukan terindikasi bermasalah dengan rongga mulutnya, maka pihaknya langsung memberikan rujukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit yang ramah terhadap pendetita HIV/AIDS.

"Tidak hanya indikasi HIV/AIDS saja yang bisa dideteksi dari rongga mulut. Penyakit hepatitis pun juga bisa," tandasnya.

Upaya yang dilakukan itu pun sekaligus untuk mendekatkan para dokter gigi pada kaum yang rentan terhadap penyakit HIV/AIDS. Ahmad tidak memungkiri masih ada sejumlah dokter gigi yang masih belum ramah terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).  Setidaknya ada 40 dokter gigi yang terlibat dalam acara pemeriksaan rongga mulut kaum waria tersebut.

Sementara pemeriksaan gratis yang dilakukan PDGI itu pun kontan mendapatkan apresiasi dari para waria. Dalam pemeriksaan itu ada 60 waria dan gay yang turut berpartisipasi.

Devina, 32, salah satu anggota Komunitas Waria Jogja mengungkapkan, pemeriksaan tersebut sangat dia butuhkan. Pasalnya sebagai orang awam dia tidak mengetahui secara pasti tentang kesehatan rongga mulutnya.

"Kami khawatirnya kan tiba-tiba ketika sudah tahu sudah parah. Kalau dengan cara seperti ini kan minimal kami tahu. Apalagi gratis," paparnya.