BENCANA GUNUNGKIDUL : Perbaikan Swakelola Tanpa Lelang

Ilustrasi kawasan rawan longsor. (Sri Sumi Handayani/JIBI - Solopos)
07 Desember 2016 10:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Bencana Gunungkidul selama beberapa waktu ini menimbulkan sejumlah kerugian.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Rentetan bencana tanah longsor dan angin kencang yang terjadi beberapa waktu terakhir di Gunungkidul mengakibatkan kerugian material senilai ratusan juta rupiah. Sejumlah rumah rusak berat dan tiga jalan hingga kini masih terputus.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/03/bencana-gunungkidul-24-jam-gedangsari-longsor-empat-kali-773709">BENCANA GUNUNGKIDUL : 24 Jam, Gedangsari Longsor Empat Kali)

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul Djaka Lelana mengatakan untuk infrastruktur jalan kabupaten saja lembaganya nilai kerugian yang timbul akibat bencana sebesar Rp650 juta. Lembaganya mencatat tiga titik jalan kabupaten yang mengalami longsor yaitu satu ruas jalan di Ngawen dan dua ruas jalan di Kecamatan Ponjong. Sampai sekarang tiga ruas jalan itu putus tidak dapat dilalui.

Pemerintah kata dia saat ini tengah berupaya memperbaiki tiga ruas jalan yang rusak itu dengan dana swakelola tanpa lelang dalam hal pembangunannya.

“Sementara kami perbaiki dasarnya dulu misalnya jalan putus diuruk dengan batu. Belum sampai diaspal. Karenanya jalan itu sementara tidak bisa dilalui,” papar dia, Selasa (6/12/2016).

Ia berharap, perbaikan jalan tahap pertama dapat selesai dalam bulan ini. Harapannya tahun depan, pembangunan jalan kembali dilanjutkan dengan pengaspalan. Sedangkan terkait infrastruktur seperti jembatan yang putus di Dusun Jeruk Legi, Katongan, Nglipar Djaka Lelana memastikan bukan kewenangan Pemkab untuk memperbaikinya.

“Karena jembatan itu masuk di ruas jalan desa, jadi bukan kewenangan kami. Jembatan itu dulu dibangun oleh TNI,” lanjutnya.