Sekolah Kebanjiran, Siswa di Gunungkidul Kerjakan Ujian Berpindah-pindah Tempat

Kondisi SMPN 3 Saptosari Gunungkidul, Jumat (2/12/2016) yang terendam banjir. (Bhekti Suryani/JIBI - Harian Jogja)
07 Desember 2016 14:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Sekolah kebanjiran menyebabkan siswa berpindah-pindah kelas

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ratusan siswa SMP Negeri 3 Saptosari hingga kini melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) berpindah-pindah tempat akibat banjir yang masih merendam sekolah ini. Otoritas sekolah berharap pemerintah merelokasi bangunan SMP tersebut.

Baca juga : http://harianjogja.com/?p=773152" target="_blank">BANJIR GUNUNGKIDUL : Sekolah Terendam Ratusan Siswa Diliburkan

Lebih dari 100 siswa SMP Negeri 3 Saptosari, Gunungkidul mulanya mengungsi di masjid dan balai dusun untuk melaksanakan UAS akibat ruangan kelas mereka terendam banjir sejak pekan lalu.

Kepala SMPN 3 Saptosari Agus Supardiyono mengatakan, lokasi pelaksanaan ujian kini pindah mengungsi ke SD Negeri Gedang Klutuk yang berada tidak jauh dari lokasi banjir.

“Sejak Sabtu pindah mengungsi ke SD Gedang Klutuk sampai sekarang,” kata Agus Supardiyono, Selasa (6/12/2016).

Pelaksanaan UAS di SDN Gedang Klutuk relatif lebih nyaman lantaran tersedia meja kursi. Sebelumnya, ratusan siswa harus duduk lesehan di lantai mengerjakan soal ujian saat mengungsi di masjid.

Menurut Agus, hingga UAS berakhir pada Rabu (7/12/2016) ini, para siswa masih mengungsi di SD tersebut. Pasalnya hingga Selasa, banjir masih merendam halaman sekolah, meski pun untuk ruang kelas sudah surut.

“Halaman sekolah masih terendam 40 sentimeter, kalau ruang kelas sudah surut,” tutur dia lagi.

Bila hujan tidak lagi mengguyur, pihak sekolah bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul akan bergotong royong membersihkan seluruh ruang kelas yang kotor akibat terendam air selama berhari-hari tersebut.

“Dari BPBD besok mau mengerahkan alat semprot untuk membersihkan dinding. Tapi kalau tidak hujan,” lanjutnya.

Sampai saat ini, pihak sekolah tidak berani mengembalikan barang-barang milik sekolah ke bangunan tersebut karena potensi banjir masih terjadi. Mengingat musim hujan belum berakhir.

Seluruh aset sekolah dan barang-barang berharga sampai sekarang masih diungsikan di rumah warga yang tidak jauh dari SMP N 3 Saptosari.