PEREKONOMIAN DIY : Ekspor Impor Defisit 2% dari PDRB

Pekerja melakukan proses pengepakan mebel yang siap dikirim ke luar negeri disalahsatu gudang eksportir mebel dan hadycraft Luwang, Gatak, Sukoharjo, Jumat (19/4/2013). (JIBI/SOLOPOS - Burhan Aris Nugraha)
08 Desember 2016 14:55 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Perekonomian DIY pada ekspor impor mengalami defisit 2%

Harianjogja.com, JOGJA--Bank Indonesia mencatat perkembangan ekonomi global dan nasional di tahun 2016 juga berdampak pada perekonomian DIY yang melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu juga tercermin dari kondisi ekspor impor luar negeri DIY pada Triwulan III 2016 yang melambat 2% dari PDRB.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia DIY Arief Budi Santoso mengatakan, BI mencermati ekspor luar negeri DIY sampai dengan Triwulan Ill 2016 tercatat sebesar US$235 juta.

"Mitra dagang utama DIY untuk ekspor yaitu Amerika Serikat dan Uni Eropa, sehingga perkembangan ekonomi di negara tersebut perlu kita perhatikan dengan seksama," ujar dia belum lama ini.

Pangsa ekspor ke Amerika Serikat merupakan yang terbesar yaitu 38% dengan nilai ekspor sampai dengan Triwulan Ill 2016 sebesar US$89 juta, sedangkan ekspor ke Uni Eropa dengan pangsa sebesar 27% atau US$64 juta menempati urutan terbesar kedua.

Selain kedua negara tersebut, ekspor DIY juga ke Jepang, ASEAN, Korea Selatan, dan Tiongkok. Sementara, komoditas ekspor utama DIY yaitu tekstil, mebel, dan kulit.

"Sebagai tambahan informasi, dapat kami sampaikan bahwa dalam Trw III 2016, eksporĀ­ impor luar negeri DIY tercatat defisit 2 persdn dari PDRB dan ekspor impor dalam negeri tercatat defisit 13 persen dari PDRB. Khusus ekspor impor dalam negeri, menunjukkan bahwa sebagian kebutuhan masyarakat DIY masih dipenuhi dari luar daerah," jelas dia.