PEREKONOMIAN DIY : Minyaka Atsiri Jadi Komoditas Ekspor Terbesar DIY

Buruh kebun menuangkan getah karet hasil sadapan di Perkebunan karet PTPN XVIII Ngobo, wilayah Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (16/3/2016). Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, produksi karet nasional rata-rata setiap tahun mencapai 3,2 juta ton, di antaranya 2,6 juta ton (85%) diekspor dan 15% sisanya untuk kebutuhan dalam negeri. (JIBI/Solopos/Antara - Aditya Pradana Putra)
08 Desember 2016 15:55 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Perekonomian DIY mengalami kenaikan pada bulan Oktober

Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto mengatakan, nilai ekspor barang asal DIY yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia pada Oktober 2016 sebesar US$30,078 juta, naik sebesar 26,11% dibanding bulan sebelumnya dengan nilai sebesar US$23,850 juta.

Dibandingkan setahun yang lalu, kumulatif Januari-Oktober, nilai ekspor turun sebesar 3,79%.

Tiga negara utama tujuan ekspor barang bulan Oktober 2016 adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang masing-masing sebesar 38,08%; 8,61%; dan 7,51%. Perkembangan nilai ekspor terbesar Oktober 2016 terhadap September 2016 sebesar 201,62% bertujuan ke negara Tiongkok.

Perkembangan terbesar kumulatif Januari-Oktober 2016 terhadap
Januari-Oktober 2015 (cumm. y-o-y) dengan peningkatan sebesar 34,25% bertujuan ke negara Perancis.

Nilai ekspor barang asal DIY ke kawasan ASEAN sebesar US$1,701 juta. Nilai tersebut naik 97,39% dibanding sebulan lalu. Tiga negara utama tujuan ekspor di kawasan ASEAN adalah Singapura, Vietnam, dan Malaysia masing-masing sebesar 64,40%; 13,19%; dan 10,27%.

"Pakaian jadi bukan rajutan (HS 62), barang-barang dari kulit (HS 42), dan barang-barang rajutan (HS 61), merupakan tiga kelompok komoditas utama dengan nilai ekspor tertinggi pada Oktober 2016 masing-masing sebesar 33,68%; 9,76%, dan 8,88%," ungkap dia.

Perkembangan komoditas terbesar dari September 2016 ke Oktober 2016 adalah komoditas minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian (HS 33) yang meningkat sebesar 269,93%.

Perkembangan terbesar dari Januari-Oktober 2015 ke Januari-Oktober 2016 (cumm. y-o-y) adalah komoditas kertas/karton (HS 48) dengan peningkatan sebesar 139,77%. Ekspor barang asal DIY pada Oktober 2016 sebesar 60,94% dikirim melalui pelabuhan muat Tanjung Emas, Jawa Tengah.

Sementara itu, impor barang DIY pada Oktober 2016 melalui pelabuhan udara Adi Sutjipto senilai US$817.874 naik sebesar 65,15% dibandingkan September 2016. Jika dibanding setahun yang lalu, secara kumulatif Januari-Oktober mengalami peningkatan sebesar 169,43%.

Sebagian besar impor DIY pada Oktober 2016 berasal dari Hong Kong senilai US$303.167, setara dengan 37,07% dari seluruh nilai impor yang tercatat. Komoditas impor utama adalah komoditas kain tenunan khusus (HS 58) senilai US$264.362 atau sebesar 32,32% dari total nilai impor.