ABRASI SUNGAI : 5 Titik Bantaran Digelontor Rp3 Miliar

Lubang tampak menganga di Bendungan Karang, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek, Jumat (21/10/2016) siang. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
08 Desember 2016 23:55 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Abrasi sungai diantisipasi dengan memperbaiki kerusakan.

Harianjogja.com, BANTUL -- Guna mengantisipasi dampak bencana akibat kritisnya kondisi bantaran sungai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar. Dana itu rencananya akan dipakai untuk memperbaiki kerusakan di 5 titik rawan.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/06/abrasi-sungai-ups-15-hektar-lahan-warga-amblas-ditelan-sungai-oya-774368">ABRASI SUNGAI : Ups, 15 Hektar Lahan Warga Amblas Ditelan Sungai Oya)

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul Wagiyo menjelaskan dari kelima titik itu, empat di antaranya ada di kawasan Bendung Karang, Desa Donotirto. Sedangkan satu titik lainnya ada di Dusun Kembangsongo, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis.

Saat ditemui di kantornya, Kamis (8/12/2016) pagi, ia mengatakan anggaran tersebut diperuntukkan pengadaan dan pemasangan bronjong sebagai pengaman tebing sungai yang ambrol di titik-titik tersebut. Selain itu, anggaran terbesar juga diperuntukkan bagi kegiatan pemasangan groundsill di sekitar bangunan Bendung Karang.

“Tapi detail per titiknya berapa, saya lupa. Yang pasti total untuk lima titik itu anggaran yang kami usulkan sebesar Rp3 miliar,” kata Wagiyo.