TRANSPORTASI JOGJA : Mencoba Pengalaman Naik Bus Ringroad, 1 Putaran Hanya Angkut 2 Orang

Suasana di dalam bus baru yang dioperasikan Dinas Perhubungan DIY untuk melayani rute jalur perintis lingkar ringroad masih sepi penumpang setelah dua hari dioperasikan dari Terminal Giwangan, Jumat (2/12/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
09 Desember 2016 17:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Transportasi Jogja terus ditambah fasilitas, di antaranya pengoperasian

Harianjogja.com, JOGJA- Sudah dua hari, Dinas Perhubungan DIY mengoperasikan bus interkoneksi, Damri. Interior bus masih tampak baru, baik kursi, pegangan penumpang maupun penyejuk ruangan yang masih terasa sangat dingin. Kendati demikian, bus berwarna biru ini masih sangat sepi dari penumpang.

Siang itu, beberapa unit bus Damri masih menanti penumpang di Terminal Giwangan, Jumat (2/12/2016). Hanya selisih satu atau dua slot pemberhentian atau halte Transjogja, namun belum tampak ada penumpang yang berkenan untuk menumpang moda transportasi baru ini.

Sementara di halte Trans Jogja, sejumlah penumpang penuh sesak memadati shelter menanti bus yang akan mereka tumpangi berangkat.

Satu atau dua penumpang yang datang dari arah pintu masuk terminal langsung disambut ramai para kondektur dan sopir yang tengah menanti di bawah tangga. Mereka menanyakan tujuan perjalanan pada calon penumpang di terminal itu.

"Mau ke mana, mbak? Bus ini arahnya ke bandara, muter ringroad," celetuk salah seorang kondektur bus Damri yang berpakaian rapi mengenakan kemeja batik.

Berseragam batik berwarna biru dan bercorak kuning, kondektur-kondektur ini ramah menyapa setiap calon penumpangnya. Ada empat unit bus Damri yang terparkir dan siap berangkat menjelang salat Jumat. Namun, hanya tampak dua bus saja yang berisi satu atau dua penumpang di dalamnya.

Padahal, bus ini memiliki ruang yang cukup luas dan masih mampu menampung 50 penumpang sampai 60 penumpang. Di dalam bus terdapat 29 kursi penumpang, empat kursi di antaranya disediakan untuk penyandang disabilitas.

"Sejak pukul 06.00 WIB kami jalan dari terminal, tetapi belum ada penumpang sejak pagi. Baru mbak sama masnya ini yang naik. Padahal saya sudah muter ringroad tiga kali ini," ungkap Supris, salah satu sopir bus Damri.

Sementara ini, bus eksekutif yang melayani rute jalur perintis lingkar ringroad itu masih belum memiliki shelter, sehingga penumpang masih dapat diangkut dari pinggir jalan atau terminal kecil yang berada di rute tersebut. Tarif tiket yang dikenakan dalam satu kali jalan juga masih belum ditetapkan, yakni dipatok Rp4.000.

Sepanjang perjalanan dari Terminal Giwangan ke arah timur, melewati jalur perintis lingkar ringroad menuju Bandara Internasional Adisutjipto tak tampak ada penumpang yang menghentikan bus untuk menumpang. Dari terminal, bus yang ditumpangi Harian Jogja hanya membawa dua penumpang saja.

Seorang penumpang, Susanto, yang menumpang sedari di terminal mengaku baru mengetahui adanya moda transportasi ini. "Sosialisasinya mungkin kurang, pak. Jadi tidak banyak orang tahu tentang bus ini. Saya saja baru tahu," celetuk penumpang asal Jakarta itu kepada kondektur.

Bus ini melaju dengan kecepatan sedang melewati ringroad timur menuju flyover Janti dan Jalan Solo. Sesampainya di kawasan bandara, tak jua ada penumpang yang menumpang.

Supris mengungkapkan, bus ini akan melewati shelter khusus Damri yang ada di area parkir bandara. Namun, tak ada seorang pun penumpang yang mau naik, sehingga bus tetap melaju menuju rute berikutnya di ringroad utara ke barat.