ABRASI SUNGAI : Mungkinkah Kerusakan Berimbas pada Pemukiman Warga?

Ist
09 Desember 2016 03:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Abrasi sungai diantisipasi dengan memperbaiki kerusakan.

Harianjogja.com, BANTUL -- Guna mengantisipasi dampak bencana akibat kritisnya kondisi bantaran sungai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar. Dana itu rencananya akan dipakai untuk memperbaiki kerusakan di 5 titik rawan.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul Wagiyo menjelaskan dana itu untuk pengadaan dan pemasangan bronjong serta groundsill. Pemasangan groundsill itu akan dilakukan tepat di sisi utara Bendung Karang dengan tujuan menggantikan fungsi bendung untuk sementara. Sementara bronjong akan dipasangnya di tiga titik tebing sungai yang ada di antara bendung itu dan Jembatan Glondong Desa Donotirto.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/11/12/infrastruktur-bantul-tak-segera-direspon-bendung-karang-ambrolkan-tebing-di-sekitarnya-768217"> INFRASTRUKTUR BANTUL : Tak Segera Direspon, Bendung Karang Ambrolkan Tebing di Sekitarnya.)

Dari hasil pemantauannya, di antara Jembatan Glondong dan Bendung Karang itu terdapat tiga titik tebing sungai yang kondisinya kritis akibat abrasi Sungai Winongo. Jika tak segera diperbaiki, ia khawatir kerusakan akan semakin parah.

“Takutnya kerusakan itu akan berimbas pada pemukiman warga dan keberadaan jembatan [Glondong] itu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah menyiapkan dua skenario terkait pendanaan tersebut. Kedua skenario penganggaran itu masing-masing melalui pos anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul dan dana darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).