Namanya Toko Milik Rakyat, tapi Keterisian Produk Lokal Baru 5%

Sejumlah anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo memeriksa surat perizinan yang dimiliki salah satu toko moderen di Wates, Kulonprogo, Jumat (9/9/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
09 Desember 2016 15:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Toko milik rakyat di Kulonprogo diupayakan memenuhi 20% produk lokal

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kulonprogo berharap produk UMKM dapat mengisi hingga 20% ruang di rak penjualan Toko Milik Rakyat (Tomira).

Pelaku UMKM akan didorong untuk meningkatkan kapasitas produksinya secara bertahap.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti mengatakan, jumlah produk UMKM lokal yang telah mengisi rak penjualan Tomira memang masih minim.

Sebelumnya, Pemkab Kulonprogo bahkan hanya menargetkan 5-10% dan cenderung belum bisa tercapai. Namun, mereka kemudian memasang target yang lebih tinggi agar dapat dijadikan motivasi.

“Ruang penjualan sudah disediakan di Tomira. Jadi sangat sayang kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal,” kata dia, Kamis (8/12/2016).

Sri memaparkan, kerja sama berupa akuisisi toko modern berjejaring oleh koperasi menjadi Tomira adalah salah satu upaya Pemkab Kulonprogo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menangani kemiskinan, terutama bagi pelaku UMKM.

Jenis produk yang bisa dijual pun sangat beragam. Bukan hanya produk olahan bahan pangan seperti gula semut dan aneka camilan, melainkan juga buah-buahan dan berbagai suvenir khas Kulonprogo.

Sri kemudian mengimbau pengurus koperasi pengelola Tomira untuk mendorong para pelaku UMKM di wilayah masing-masing. Dia ingin mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan konsumen.

Dia juga berharap semakin banyak UMKM yang menjual produknya di dalam Tomira. Namun, kualitas produk yang ditawarkan mesti dipastikan telah memenuhi standar terlebih dahulu.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonporogo berharap produk UMKM Kulonprogo bisa mengisi minimal 40 persen ruang di rak penjualan Tomira.

Menurut anggota Komisi II DPRD Kulonprogo, Priyo Santoso, produk lokal memang sudah semestinya terlihat dominan di Tomira. Hal itu akan menjadi bukti keberpihakan dan komitmen pemerintah terhadap optimalisasi pemasaran produk lokal.

“Karena namanya Toko Milik Rakyat, produk yang dijual ya seharusnya didominasi produk lokal buatan masyarakat,” ujar Priyo.

Priyo berpendapat, para pelaku UMKM mesti siap menghadapi persaingan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, melainkan juga memberikan jaminan kualitas kepada konsumen. Dia pun berharap Pemkab Kulonprogo terus mendorong pengembangan produk lokal melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan.