Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.
Musim hujan, warga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan
Harianjogja.com, SLEMAN -- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih akan mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman. Apalagi saat ini, hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus turun di sepanjang bulan Desember 2016.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Mafilindati Nuraini mengungkapkan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini masih terus diwaspadai. Data temuan kasus DBD terakhir pada pekan pertama bulan Desember ini menunjukkan ada 783 kasus.
"Perlu waspada apalagi seiring musim penghujan ini banyak tandon-tandon air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," ujar Linda di kantornya, Jumat (9/12/2016).
Sepanjang tahun 2016, angka kasus DBD di Sleman di awal tahun cukup tinggi. Pada Januari, terdapat 112 kasus DBD yang terjadi dan pada Februari terdapat 131 kasus DBD. Hingga saat ini, untuk korban DBD yang meninggal dunia tercatat hanya delapan kasus. Perubahan cuaca yang tidak menentu dan tingginya curah hujan menjadi pemicu meningkatnya kasus ini.
"Iklim seperti ini juga harus diwaspadai. Namun, penularan DBD ada penurunan, tapi masih ada," imbuh Linda.
Bukan hanya kasus demam berdarah saja yang patut diwaspadai di tengah musim penghujan ini. Penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh air seni tikus juga berpotensi menyerang warga. Mengingat banyak genangan yang juga berpotensi menjadi media penularan bakteri leptospira yang dibawa oleh tikus. Kendati demikian, Linda menegaskan, penyakit ini masih relatif aman.
"Ada dua kasus yang ditemukan, tapi tetap waspada. Banyak tikus dan genangan air yang tercemar air seni tikus. Kalau hujan terus malah aman, tapi kalau hujan tidak teratur justru akan banyak genangan air dan tandon yang memicu penyebaran penyakit DBD maupun leptospirosis," jelas Linda.
Sementara itu, menurut Kepala Pos Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, potensi hujan hingga pekan depan masih akan terus terjadi di wilayah kabupaten dan kota di DIY. Curah hujan relatif dengan intensitas tinggi yang diprediksi berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).