WIRAUSAHA MUDA : Banyak Kampus, Jogja Potensial Munculkan Wirausaha Muda

Salah satu pengunjung Wirausaha Mandiri Expo mencoba membatik di atas kertas, Kamis (10/3/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
12 Desember 2016 02:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Wirausaha muda banyak muncul di Jogja

Harianjogja.com, JOGJA- Komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah Jogja mendorong Pemerintah Daerah setempat menggairahkan pertumbuhan wirausahawan muda sebagai penopang perekonomian.

"Jogja sebagai kota pelajar, cukup mendukung untuk memunculkan bibit muda yang juga bisa diarahkan ke bidang kewirausahaan sebagai penopang perekonomian negara masa depan," kata Ketua Komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Jogja, Prasetyo Atmosutidjo, Minggu (11/12/2016).

Menurut dia, Jogja memiliki banyak bibit wirausahawan muda potensial yang jumlahnya diperkirakan lebih banyak dibandingkan daerah lain. Potensi wirausahawan muda di Jogja disebabkan banyaknya wahana interaksi kaum muda terkait kewirausahaan.

"Wahana interaksi kaum muda terkait kewirausahaan yang sebagian besar dilakukan di kampus-kampus," kata dia.

Ia berharap Pemda DIY membantu mengembangkan potensi mereka dengan memberikan berbagai kemudahan misalnya kemudahan perizinan, hingga permodalan.

Menurut dia, rata-rata wirausahawan muda belajar memulai berbisnis dengan bentuk usaha di sektor modern seperti teknologi informasi (TI), kuliner serta dsitro (pakaian) yang sebagian besar masih memakai modal pribadi.

Dia menyebutkan sesuai data Disperindagkop DIY hingga 2016, jumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM) di DIY telah mencapai 230.047 orang, jumlah tersebut belum termasuk wirausahawan muda yang belum terdata.

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM DIY Agus Mulyono berharap para pelaku usaha pemula di daerah setempat meningkatkan kunjungan ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) guna mengonsultasikan masalah usaha di lapangan.

Dia menjelaskan dalam mewujudkan pengembangan produk lokal unggulan, PLUT menyajikan beberapa pelayanan konsultasi bisnis, pendidikan, pengembangan manajemen pemasaran, serta pembiayaan.

Menurut dia, selain untuk membangun penguatan daya saing usaha dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pendampingan melalui PLUT tersebut diperlukan agar pelaku usaha juga dapat lebih memperhatikan peluang wisata di DIY.

"Karena DIY ini juga daerah tujuan wisata, kami harap jangan sampai wisatawan ini kecewa datang ke sini," kata dia, seperti dikutip dari Antara.