Advertisement
PILKADA KULONPROGO : Masuk Bilik Suara, Penyandang Disabilitas Bisa Dibantu Pendamping
Advertisement
Pilkada Kulonprogo akan mengakomodasi pnyandang disabilitas
Harianjogja.com, KULONPROGO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo berusaha memfasilitasi kebutuhan penyandang disabilitas dalam Pilkada 2017. Mereka yang mempunyai halangan fisik tertentu pada saat menggunakan hak pilih dapat dibantu oleh seorang pendamping.
Advertisement
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pengasih, Paniyo mengatakan, setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pemilu, termasuk penyandang disabilitas.
“Hal itu dijamin dengan memastikan kalau prosedur, fasilitas, dan bahan pemilihan lainnya layak dan mudah diakses,” ucap Paniyo, Senin (12/12/2016).
Fasilitasi penyandang disabilitas dilakukan berdasarkan Peraturan KPU No.3/2016. Paniyo memaparkan, setiap TPS bakal menyediakan alat bantu bagi tuna netra berupa template agar tetap dapat menentukan pilihannya secara mandiri.
Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) juga dituntut menyiapkan TPS yang ramah tuna daksa, misalnya mengatur pintu keluar dan masuk TPS serta meja khusus yang bisa diakses pengguna kursi roda. TPS pun diharapkan dilengkapi pegangan pada jalan menuju bilik suara dan tidak menggunakan gedung bertingkat atau dengan banyak anak tangga.
Penyandang disabilitas boleh dibantu oleh pendamping yang bisa berasal dari petugas KPPS maupun orang lain yang dipercaya dan ditunjuk pemilih. Paniyo lalu menjelaskan, pemilih yang tidak bisa berjalan dapat diantar pendamping sampai bilik suara lalu tetap mencoblos sendiri.
Namun, pendamping juga dapat membantu mencobloskan surat suara dengan disaksikan seorang petugas KPPS dalam kondisi tertentu, misal jika pemilih bersangkutan tidak punya atau tidak bisa menggunakan kedua tangannya. “Pihak yang membantu jelas wajib merahasiakan pilihan penyandang disabilitas,” kata dia menegaskan.
Sementara itu, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Kulonprogo, Tri Mulatsih mengungkapkan, pemilih berkebutuhan khusus telah didata berdasarkan jenis disabilitas yang dimiliki.
Data tersebut diantaranya menjadi menjadi dasar untuk memberikan pelakuan khusus pada hari pemungutan suara. Petugas KPPS pun akan dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana melayani mereka, seperti cara memanggil tuna rungu dan mendampingi penyandang disabilitas lain di TPS.
Tri lalu membenarkan jika pencoblosan bisa dibantu oleh pendamping dengan persyaratan tertentu. Meski begitu, dia berharap pemilih dapat berusaha menggunakan hak pilihnya secara mandiri, yaitu dengan menggunakan alat bantu maupun fasilitas lain yang disiapkan. “Pendamping itu bisa keluarga atau siapapun yang diinginkan pemilih dan wajib merahasiakan pilihan pemilih,” ujar dia kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Periksa Pegawai Bea Cukai Terkait Kasus Impor Barang KW
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Saksi Sidang Hibah Pariwisata Sleman Bantah Ada Kampanye Pilkada
- Lengkap! Jadwal Buka Puasa Jogja dan Sekitarnya Rabu 18 Februari 2026
- Cuaca Ekstrem Bantul Picu 25 Pohon Tumbang dan Ganggu Akses Jalan
- PBI BPJS Nonaktif di Bantul Bisa Direaktivasi, APBD Siap Tanggung
- Bantuan Presiden Belum Jelas, Sekolah Rusak di Kulonprogo Menumpuk
Advertisement
Advertisement



