FULL DAY SCHOOL : Sensivitas Pendidik Penentu Pembentukan Karakter

14 Desember 2016 09:20 WIB Jogja Share :

Full day school memerlukan kecermatan dan ketelatenan guru

Harianjogja.com, JOGJA - Pakar Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Khoirudin Bashori berpendapat sensivitas para pendidik sangat menentukan keberhasilian konsep http://www.solopos.com/2016/10/11/full-day-school-sekolah-di-jogja-sudah-siap-tapi-permintaan-uji-coba-tak-berlanjut-759870">Full Day School atau sekolah seharian yang digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut dia, ada tiga poin sensivitas yang harus melekat pada masing-masing pendidik sehingga tujuan pembentukan karakter dalam konsep full day school bisa tercapai. Adapun tiga sensivitas para pendidik tersebut meliputi sisi kepekaan, kehangatan dan responsivitas.

Dari sisi kepekaan, jelas dia, para pendidik harus peka terhadap kebutuhan fisik dan psikologi anak. Para pendidik juga harus peka terhadap masalah belajar dan hunungan sosial anak.

Kemudian dari sisi kehangatan, para guru harus bisa memberi cukup perhatian dan sentuhan kasih sayang kepada anak. Selain itu para guru harus peduli terhadap kebutuhan dan problematika anak.

"Dalam sisi responsivitas juga ada dua poin yang harus dipahami guru," paparnya dalam Seminar Paradigma Full Day Schholl, Perspektif Psikologi yang berlangsung di Universitas Islam Indonesia (UII), belum lama ini.

Dua aspek responsivitas, pertama, para guru harus bisa memberikan reaksi dengan cepat terhadap kebutuhan dan permasalahan anak. Kedua, para guru harus cepat memberikan respon atas kebutuhan dan problematika yang sedang dihadapi anak didik.

Selain itu, lanjut Khoiruddin, penerapan full day schholl harus bisa memberikan layanan optimal kepada seluruh siswa dengan berbagai perbedaan bakat, minat dan kebutuhan belajar.

"Full day schooll juga meningkatkan kapabiitas yang dimiliki siswa sehingga dapat mengaktualisasi diri sepenuhnya. Selain itu juga harus dapat membangun karakter atau kepribadian yang kuat, kokoh dan mantap pada diri siswa," jelasnya.

Sementara dalam kunjungannya ke Jogja, pekan lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi berharap masyarakat tidak keliru dalam menangkap konsep yang dia gelontorkan. Menurut dia, konsep yang saat ini dikenal luas dengan sebutan full day schooll itu sebenarnya hanya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Mendikbud mengklaim telah menyelesaikan penyusunan naskah akademik dan pelaksanaan konsep penguatan karakter yang dituangkan dalam full day schooll. Saat ini, Kemendikbud akan mengidentifikasi calon daerah dan sekolah untuk pilot project.

Berdasarkan pantauan Kemendikbud, beberapa sekolah yang sudah menerapkan Full Day Schooll menunjukkan performa positif terhadap penguatan pendidikan karakter.

Salah satunya di Kabupaten Siak, Kepulauan Riau. Menurut Muhadjir, seluruh sekolah di Kabupaten Siak telah melaksanakan penguatan pendidikan karakter. Setiap siswa sekolah dasdar hingga menengah bersekolah hingga pukul 15.30 WIB.

Implementasinya, setelah pukul 13.00 WIB, sekolah-sekolah di sana diambil alih oleh ustad dan pengajar agama lainnya. Selanjutnya para siswa belajar penguatan agama.