UMKM Jogja Ikuti Sarasehan bersama Pemkot Jogja dan Stakeholder

Sebanyak 50 orang pelaku ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya dari Provinsi Riau belajar membuat tas anyaman di Jogja, tepatnya di Showroom Manggar Natural, Rabu (5/10/2016). (Joko Nugroho/JIBI - Harian Jogja)
15 Desember 2016 13:28 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

UMKM Jogja mendapatkan ilmu tentang inovasi dan pengembangan produk

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja menggelar sarasehan bertajuk Sinergi dengan Stakeholder UMKM Kota Jogja di Ballroom Tasneem Hotel, Rabu (14/12/2016). Acara tersebut mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan para stakeholder untuk saling berbagai tentang dunia usaha.

Bukan hanya UMKM, acara ini juga dihadiri sejumlah stakeholder dan BUMN. Di antaranya pelaku pariwisata, perhotelan, asosiasi pengusaha, perbankan dan lain sebagainya.

"Kami terus berbenah untuk mendorong perkembangan UMKM, yakni bersinergi dengan stakeholder," ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja, Christiana Lucy Irawati.

Lucy berharap para stakeholder yang hadir dalam sarasehan tersebut dapat menangkap peluang atau kebutuhan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Terlebih, memasuki era pasar bebas, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), UMKM tidak lagi dihadapkan pada persaingan lokal dan nasional, tetapi juga internasional. Pelaku usaha kecil ini, kata Lucy, harus dapat menjadi UMKM kekinian yang mau berinovasi dan mengembangkan produknya.

"Di era MEA, kita sendiri yang menentukan. Mau jadi pemain atau penonton di kota sendiri. Kami berharap UMKM dapat terus berkembang, karena sektor ini memberi manfaat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," papar Lucy.