KRATON JOGJA : Senangnya... Para Abdi Dalem Kraton Terima Gaji

Abdi Dalem usai melakukan proses administrasi melalui Bank BPD DIY untuk mengambil gaji bulanan di Magangan, Jogja, Kamis (15/12/2016). (Gigih M. Hanafi/JIBI - Harian Jogja)
15 Desember 2016 19:10 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Kraton Jogja memberikan gaji pada ribuan abdi dalem

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 2.115 abdi dalem menerima gaji dari Kraton Ngayogyakarta dan pemerintah.

Penghasilan bagi para abdi dalem Kraton Ngayogyakarta ini diberikan setiap empat bulan sekali. Penghageng Tepas Danartapoera, GBPH Cakraningrat mengungkapkan, ada dua penghasilan yang diberikan yaitu tambahan penghasilan abdi dalem yang bersumber dari dana keistimewaan dan kekucah yakni penghasilan yang diberikan kraton dengan besaran yang tidak seberapa.

"Setiap empat bulan karena banyak abdi dalem yang berdomisili di luar Jogja, ada dari Cilacap sampai Banyuwangi. Kalau setiap bulan harus datang mengambil penghasilan, hanya akan habis untuk ongkos," ujar Cakraningrat ditemui di Tepas Danartapoera, Kamis (15/12/2016).

Jumlah penghasilan yang dibagikan bulan ini untuk 2.115 orang, baik yang menjadi abdi dalem maupun di luar abdi dalem. Cakraningrat menambahkan, penerima penghasilan tersebut adalah abdi dalem yakni semua tepas termasuk Ngarso Dalem, Sultan HB X. Sebagian besar penghasilan untuk abdi dalem ini ditransfer ke rekening bank setiap abdi dalem.

"Sedangkan untuk penghasilan di bawah Rp300.000 diambil tunai. Di antaranya prajurit, anayakan, wayah putri dan wayah kakung. Jumlah abdi dalem ada sekitar 1.200 orang," imbuh Cakraningrat.

Besaran total penghasilan yang disalurkan untuk setiap empat bulan, rata-rata berkisar antara Rp3,8 miliar sampai Rp3,9 miliar. Cakraningrat mengatakan, paling banyak pembiayaan penghasilan adalah untuk abdi dalem yang mengurusi petilasan-petilasan.

Sedikitnya, ada 400 petilasan di bawah Kraton Ngayogyakarta. Di mana sejumlah petilasan terdiri lebih dari satu abdi dalem atau juru kunci.

Selain mendapatkan penghasilan dari danais, abdi dalem juga mendapat kekucah atau paringan dalem kraton. Kendati besaran uang yang diterima tidak seberapa, namun hal ini dianggap sebagai pemberian suatu pengabdian.

"Maka dengan adanya tambahan penghasilan dari danais, memberi sedikit tambahan kesejahteraan bagi para abdi dalem ini. Walaupun besarannya masih di bawah UMR," jelas Cakraningrat.

Pembagian uang penghasilan bagi para abdi dalem kraton dilakukan di tiga lokasi. Di antaranya di Magangan untuk para abdi dalem Punakawan, Ksatriyan untuk para prajurit dan putra sentana kakung dan Tepas Danartapoera untuk putra sentana putri.