Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Tradisi Bantul di Banjardadap berupa merti dusun kini digelar lebih meriah
Harianjogja.com, BANTUL-Dalam rangka merti dusun, warga dan tokoh masyarakat Desa Banjardadap, Desa Potorono menggelar serangkaian acara, Rabu (14/12/2016). Setidaknya lebih dari 300 orang warga dua pedukuhan di Dusun Banjardadap, yakni Banjardadap dan Balong Kidul terlibat dalam acara tahunan yang sudah digelar sebanyak tiga kali itu.
Winarto, Ketua Panitia mengatakan, tahun ini pihaknya memang menggelar acara itu dengan sedikit lebih meriah. Selain jumlah peserta kirab yang jauh lebih besar yakni mencapai 35 bergodo dan ratusan peserta dari kelompok-kelompok masyarakat di Dusun Banjardadap, jumlah gunungan yang disertakan dalam kirab itu pun bertambah.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya hanya empat gunungan, tahun ini kami tambah menjadi tujuh gunungan,” katanya di sela-sela acara.
Ia berharap, dengan adanya merti dusun itu, kekompakan warga Banjardadap bisa terus terjaga. Terlebih kali ini, ia baru saja melantik tiga ketua RT baru.
Menurutnya, RT adalah representasi terdekat warga. Itulah sebabnya, dengan adanya ketua RT baru, akan lebih banyak aspirasi warga yang tertampung nantinya. “Penyerahan surat keputusan kerja RT baru akan kami barengkan dengan acara merti dusun ini,” katanya.
Sebagai penutup merti dusun, Winarto mengaku akan menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Suharno.
Terpisah, Kepala Desa Potorono, Prawata mengakui, merti dusun adalah kegiatan rutin yang digelar oleh tiap dusun di wilayah Desa Potorono. Menurutnya, selain melestarikan kebudayaan, acara itu bisa jadi momentum penting untuk menjaga kerukunan warganya.
Atas dasar itulah, ia berencana untuk menggelar merti dusun tingkat desa mulai tahun depan. Rencananya, merti dusun itu akan ia gelar setiap Bulan Juni. “Bulan Juni adalah ulang tahun Desa Potorono,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling, hari ini.
Pembangunan Taman Budaya Sleman mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada 22 Juli 2026. Total kebutuhan anggaran proyek diperkirakan Rp137,5 miliar.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Libur sekolah membuat permintaan sunat di Juru Supit Bogem, Kalasan, Sleman meningkat. Pengunjung bisa mencapai 50-100 orang, bahkan lebih saat musim puncak.