OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Kenakalan remaja berhasil digagalkan
Harianjogja.com, SLEMAN- 11 remaja yang hendak melakukan aksi klithih kembali berhasil ditangkap oleh petugas reserse dan kriminal Polsek Bulaksumur dan warga Manggungsari, Depok, Sleman, Selasa (27/12/2017) dinihari pukul 02.00WIB.
Kapolsek Bulaksumur Kompol Suhardi, mengatakan awal penangkapan para pelaku tersebut dari laporan yang dilakukan oleh warga. Dinihari, warga menemukan gerombolan yang berkumpul di wilayah ruko Ringroad utara Manggungsari, Depok, Sleman.
Warga yang curiga melihat gerombolan tersebut karena beberapa anak terlihat sudah mondar-mandir melewati jalanan tersebut kemudian segera melaporkan kepada petugas.
"Mendapat laporan, kami lalu segera menindak dengan mendatangi lokasi. Kami sudah berkordinasi dengan warga untuk mengepung para pelaku," kata Suhardi saat ditemui di Mapolsek Bulaksumur, Selasa.
Dikatakannya, dari 11 pelaku yang diamankan sembilan diantaranya masih di bawah umur. Sementara dua pelaku sudah dewasa masing-masing tersebut Ardi, 19, warga Tempel, Tommi, 20, warga Ngaglik. Kemudian sembilan pelaku lainnya yakni IR,16, YD, 16, MR, 16, FS, 16, dan YDS, 16 warga Ngaglik, RY warga Ngemplak, IA dan YM warga Seyegan, serta satu perempuan ND, 16 warga Cangkringan.
"Kita tangkap semua anak dengan mengamankan berbagai barang bukti antara lain tongkat bisbol yang dimodifikasi dengan besi dibagian ujung, sebuah gir dengan tali sepatu, beberapa batu dengan ukuran sedang, serta enam sepeda motor.
Hingga Selasa siang proses pemeriksaan terhadap para pelaku masih dilakukan oleh petugas. "Kita periksa mereka satu per satu, bagi pemilik senjata akan dijerat undang-undang darurat," katanya.
Sementara itu kepada penyidik, IA menyebut aksi klithih yang mereka lakukan merupakan aksi balas dendam dari pelaku lainnya yang mengaku pernah menjadi korban. Dari keterangan IA, salah satu temannya yang dia kenal melalui teman lain mengaku pernah menjadi korban klithih di daerah pakem.
Dari penelusurusan gerombolan tersebut diketahui, pelaku yang menyerang di Pakem adalah warga Prambanan. "Mungkin mereka akan balas dendam kesana dengan rencana mencari orang yang dianggap musuh," ujar Suhardi.
Sementara satu perempuan berinisial ND mengaku hanya diajak oleh pacarnya usai mereka berdua selesai makan disebuah warung. Ia mengaku tidak kenal dengan pelaku lain.
Panit Reskrim Polsek Bulaksumur, Aiptu Ponija menambahkan untuk saat ini penyidik masih mendalami kasus penangkapan para pelaku ini. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kejelasan untuk peran dari masing-masing pelaku. Termasuk untuk mengetahui secara pasti siapakah pemilik senjata gir dan tongkat kayu.
"Saat ini diketahui pemilik gir yakni Ardi. Untuk tongkat mili YDS. Namun masih akan kami dalami lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.
Manuel Neuer comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Ini daftar skuad lengkap pilihan Nagelsmann.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Kasus TBC di Kulonprogo meningkat. Dinkes dan PDPI gelar cek kesehatan gratis untuk deteksi dini.