Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Bencana Gunungkidul menumbuhkan semangat kegotongroyongan warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul memuji semangat gotong royong masyarakat untuk membantu warga lain yang tertimpa musibah. Tanpa bantuan ini maka proses rehabilitasi akibat bencana alam tidak akan berjalan lancar.
Hal itu tak lepas dari keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh BPBD, di mana dana kedaruratan yang ada di tahun ini hanya sekitar Rp100 juta. Jumlah ini dirasa tidak mencukupi untuk membantu korban, sehingga bantuan yang diberikan bersifat stimulan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengakui jika anggaran yang dimiliki untuk membantu korban bencana tidak banyak. Oleh karenanya, untuk proses rehabilitasi tidak bisa ditangani sendiri oleh pemkab karena butuh bantuan dan partisipasi dari masyarakat.
“Kita tidak punya banyak anggaran, tapi semangat warga untuk saling membantu patut diacungi jempol karena seluruh kerusakan yang diakibatkan bencana alam dapat tertangani dengan baik,” kata Budhi, Kamis (29/12/2016).
Menurut dia, tanpa bantuan dari warga maka upaya perbaikan yang dilakukan tidak akan berjalan dengan cepat. “Semangat seperti ini patut dipuji karena sikap tolong menolong masih tertanam kuat di masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono menambahkan, sepanjang 2016 di wilayah Gunungkidul terjadi puluhan musibah yang disebakan karena faktor alam, mulai dari rumah roboh karena angin kencang atau pun tanah longsor.
Dari jumlah ini, tercatat ada 14 musibah dengan kategori berat. Kendati demikian dari jumlah itu tidak ada yang sampai menimbulkan korban jiwa. “Paling banyak kerusakan itu disebabkan karena angin kencang, di mana jumlahnya mencapai 12 titik,” kata Sutaryono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
KPK mengungkap OTT yang menangkap 3 pejabat ATR BPN diduga terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Menhut Raja Juli Antoni membekukan izin tiga perusahaan di Kaltim terkait karhutla dan memerintahkan pemulihan ekosistem.