BENCANA SLEMAN : 4 Kecamatan Dilanda Lesus, Status Siaga Berlaku hingga 30 April 2017

Pagar Sekolah Dasar Negeri Sempu Widomartani Ngemplak sepanjang 15 meter roboh akibat diterjang pohon yang tumbang, Jumat (1/4/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
02 April 2017 12:22 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Bencana Sleman berupa angin lesus terjadi di Kalasan dan Ngemplak

Harianjogja.com, SLEMAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat dampak bencana angin kencang yang terjadi Sabtu (1/4/2017) melanda empat kecamatan. Selain Wedomartani Ngemplak, bencana angin juga melanda Purwomartani Kalasan, Sendangadi Mlati dan Tegaltirto Berbah. Kondisi terparah dialami Purwomartani, Kalasan.

Di lokasi ini, tercatat 32 titik kejadian dampak angin kencang. Dari jumlah tersebut terhitung 27 rumah rusak dan empat pohon tumbang, dua pagar fasilitas pendidikan roboh.

"Pagar TK Alhuda dan SMK Tarakanita roboh, dua tempat usaha rumah makan padang dan gerobak jus terbang," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan.

Adapun di Wedomartani, Ngemplak, tercatat 10 titik kejadian denga dua rumah rusak dan 14 pohon tumbang. Satu  fasilitas pendidikan, yakni pagar SDN Sempu roboh dan satu tempat usaha rusak. Adapun di Tegaltirto, Berbah, terdapat enam  titik kejadian di mana enam rumah mengalami kerusakan.

"Satu pohon juga tumbang di Sendangadi Mlati, sudah dievakuasi," katanya.

BPBD Sleman mencatat angin lesus yang terjadi siang kemarin mengakibatkan kerusakan rumah, sekolah dan fasilitas lainnya di 20 titik. Kerusakan paling banyak dialami pemukiman warga. Rata-rata bangunan yang rusak di bagian atap.

"Atap sejumlah rumah warga beterbangan, dan rusak. Ini sudah ketiga kalinya terjadi sejak 2006 lalu," kata Dyah Resti, warga Juwangen, Purwomartani, Kalasan.

Sejumlah pohon dan ranting juga ikut tumbang. Kuatnya angin yang menerpa, menyebabkan sarana parkir di Pos Radar AAU, timur Bandara Adi Sucipto Jogja roboh. Meski begitu, kondisi penerbangan di Bandara ADS tidak mengalami gangguan.

"Memang sempat ada angin puting beliung di sekitaran bandara. Namun alhamdulillah kondisi penerbangan saat itu landai sehingga tidak mengganggu kegiatan penerbangan," kata Humas PT Angkasapura I Liza Anindya saat dikonfirmasi.

Di wilayah Kepanjen, Wedomartani, Ngemplak, sebuah pohon tumbang di jalan Raya Tajem.  Beruntung saat tumbang kondisi jalan tidak terlalu ramai sehingga tidak ada korban dalam peristiwa itu.

"Pohon tumbang sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu hujan dan angib masih lebat, mungkin karena nggak kuat diterpa angin akhirnya pohon itu tumbang," kata Indah Sari, warga Tajem.

Akibat peristiwa tersebut, arus lalu lintas baik menuju ke jalan Solo maupun Pakem-Cangkringan sempat ditutup. Pasalnya warga dan relawan bencana langsung melakukan proses evakuasi pohon yang tumbang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwa mengatakan, selain di jalan tersebut sebuah pohon tumbang menerpa rumah warga. Beberapa genangan juga terlihat di sejumlah jalanan karena saluran air tidak kuat menampung air hujan.

Pemkab Sleman sendiri telah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati No.27/Kep.KDH/A/2017 tentang status siaga darurat, banjir, tanah longsir dan angin kencang. "Status siaga bencana ini berlaku hingga 30 April," kata Makwan.

Selain angin kencang, masyarakat juga diminta mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor. Terdapat tiga lokasi potensial tanah longsor yang perlu diwaspadai. Mulai dari Kecamatan Turi, Cangkringan hingga Prambanan.

Makwan berharap, masyarakat mampu meningkatkan kesiapsiagaannya menghadapi bencana yang sewaktu-waktu terjadi. “Kesiapsiagaan menjadi kebutuhan untuk mengurangi dampak dari risiko yang akan dihadapi masyarakat,” ujarnya.