GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Ombak Capai 6 Meter, Nelayan Libur Melaut Sepekan

Seorang nelayan bernama Marto Utomo mempersiapkan perahu yang dilabuhkan di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangwuni, Wates, Kulonprogo, Senin (3/4). Dia mengaku sudah sepekan tidak melaut karena cuaca buruk. (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
04 April 2017 01:54 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Gelombang tinggi Pantai Selatan mengurungan niat nelayan melaut

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Cuaca buruk kembali membuat nelayan di kawasan Pantai Glagah tidak dapat melaut selama sepekan terakhir. Tinggi gelombang diketahui mencapai lebih dari enam meter sehingga tidak bersahabat untuk operasional perahu motor tempel yang digunakan nelayan.

Seorang nelayan bernama Marto Utomo mengaku sudah tidak melaut sejak awal pekan kemarin. “Ombaknya lagi besar. Kemarin Sabtu-Minggu itu saja ada informasi kalau tingginya sampai 6,4 meter,” kata Marto saat ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangwuni, Wates, Kulonprogo, Senin (3/4/2017).

Marto mengungkapkan, pagi itu dirinya mendapatkan informasi jika kondisi cuaca sudah membaik. Ketinggian gelombang berangsur menurun dan menjadi kurang dari empat meter. Dia lalu berencana melaut lagi pada Selasa (4/4/2017). Dia berusaha mempersiapkan perahu yang sudah lama hanya dilabuhkan di Sungai Serang, tepatnya bawah Jembatan Glagah.

Nelayan lainnya, Karno juga mengatakan sudah sepekan libur melaut. Menurutnya, ada sekitar 14 nelayan yang melabuhkan perahunya di dekat TPI Karangwuni. Kebanyakan dari mereka adalah nelayan asal Cilacap, Jawa Tengah. Saat tidak bisa melaut seperti beberapa hari terakhir, sebagian dari mereka memilih pulang kampung. Jika tidak, mereka akan mengisi waktu dengan mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk kembali melaut, seperti merawat jaring dan sebagainya.

Beberapa nelayan sebenarnya sudah melaut lagi pada Senin ini. Mereka berani berangkat karena kondisi cuaca dikabarkan sudah membaik. Namun, Karno memilih untuk melakukan mulai Selasa nanti karena hari itu dia masih sibuk mempersiapkan perahu dan segala perbekalan lain.

“Ini ikannya lagi sepi. Kalau berangkat, paling cari keong,” ujar Karno.