BENCANA JOGJA : Ribuan Sumur Resapan Air Hujan sudah Dibangun, namun Banjir tetap Mengancam

07 April 2017 16:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Bencana Jogja berupa banjir mengancam warga

Harianjogja.com, JOGJA- Aki Lukman Nur Hakim, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Umum Kota Jogja mengatakan pihaknya sudah membangun 1.198 sumur resapan air hujan pada tahun 2016 untuk mengurangi genangan dan volume aliran sungai.

“Kalau dulu langsung di buang ke sungai, sejak tahun 2013 kami berinovasi membangun sumur resapan supaya air langsung ke bumi,” kata Aki saat ditemui di kantornya, Kamis (6/4/2017).

Meski demikian, Aki mengatakan sumur resapan tidak akan berguna ketika kesadaran masyarakat masih kurang, misalnya dengan membuang sampah ke sungai.

“Mau dibangun berapa pun, kalau hujannya besar dan kesadaran masyarakat rendah tetap akan penuh sumurnya,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Aki berulang kali menyebut masalah kesadaran masyarakat, terutama terkait bencana longsor talud yang akhir-akhir ini kerap terjadi di Jogja.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menyalahkan pemerintah ketika terjadi bencana, tapi masyarakat sendiri harus punya kesadaran untuk tidak membangun permukimam di pinggir sungai.

“Pemerintah memang masih belum optimal, tapi masyarakat juga harus punya kesadaran. [Warga tinggal di pinggir sungai] bisa pindah ke rusunawa yang sudah disiapkan atau bergerak keluar kota ketika sudah punya cukup uang. Jangan malah mempermanenkan rumah yang ada di pinggir sungai,” tegasnya.

Sedangkan Agus Winarto, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi berupa pengadaan pos-pos yang dijaga 24 jam dan pemasangan CCTV di beberapa titik sungai.

“Sehingga para relawan bisa segera menginformasikan ke masyarakat mengenai perkembangan yang ada,” katanya saat ditemui di kantornya.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk aktif dalam memberikan informasi, “Untuk warga di bantaran sungai, jika ada retakan tanah agar langsung dilaporkan,” pungkasnya.