Masyarakat Pedesaan Diajak Nabung Saham di Galeri Investasi Desa

24 April 2017 03:22 WIB Jogja Share :

Galeri Investasi Desa menjadi wadah bagi masyarakat memilih produk yang tepat

Harianjogja.com, JOGJA -- Galeri investasi desa dinilai dapat menjadi wadah bagi masyarakat mengenal produk investasi yang tepat. Program ini juga dapat menjadi upaya untuk menekan laju investasi bodong yang semakin marak dan merugikan masyarakat.

Kepala Kantor Bursa EfekĀ  Indonesia (BEI) DIY, Irfan Noor Riza mengungkapkan Galeri Investasi Desa merupakan program untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat pedesaan agar melek investasi.

"Sebetulnya kami punya program, ini juga program pemerintah yang dicanangkan tahun 2015 lalu. Yuk Nabung Saham, melalui program ini kami ingin mengajak masyarakat yang tadinya menabung bentuk uang, beralih ke menabung saham," ujar Irfan, belum lama ini

Galeri investasi desa nantinya akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal produk-produk investasi. Irfan mengungkapkan melalui galeri ini diharapkan dapat mengubah mind set masyarakat yang sebelumnya safety society menjadi investment society.

"Katakanlah, investasi dari Rp100.000. Satu slot saham itu paling murah ada yang Rp5.000. Lalu ada 535 perusahaan sekuritas yang bisa jadi pilihan. Masyarakat juga akan dibimbing oleh teman-teman sekuritas," jelas Irfan.

Melalui galeri investasi ini, masyarakat desa menjadi lebih melek terhadap investasi. Irfan mengatakan apabila edukasi tentang investasi ini dapat diperkenalkan, maka masyarakat dapat tahan terhadap iming-iming keuntungan yang ditawarkan pelaku-pelaku investasi bodong.

Irfan menambahkan wilayah yang potensial untuk dikembangkan galeri investasi ini adalah kawasan pinggiran kota. Pasalnya, selama ini wilayah tersebut belum terjangkau edukasi tentang investasi pasar modal.

"Di sini kami tidak mengejar pertambahan jumlah investor dan transaksi, tetapi lebih mengajak melek investasi dulu. Kami bahkan juga memiliki program finance for kids, yakni mengajarkan anak sejak dini dalam mengatur keuangan," imbuh Irfan.